Shalat Idul Fitri di Dalio Tafa Taiwan; Meski Meriah Ada Tantangan yang Harus Dihadapi
Senin, 31 Maret 2025 | 14:00 WIB
Kaohsiung, NU Online
Shalat Idul Fitri dan Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Taiwan. Meskipun jumlah Muslim di Taiwan menurpakan jumlah yang minoritas, mereka tetap merayakan hari raya tersebut dengan penuh semangat.
Pada umumnya, kegiatan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di Taiwan dilaksanakan di masjid-masjid besar, seperti Masjid Taipei, Masjid Tainan, dan Masjid Kaohsiung. Akn tetapi berbeda dengan pekerja di daerah Dalio Tafa, Kaohsiung, Taiwan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, para pengurus Mushala Al Barokah Tafa mengurus perizinan untuk menunaikan shalat Ied di Lapangan Basket Dalio Tafa. Pertimbangan menjalankan shalat Id di lapangan ini karena jika dilakukan di mushala kapasitasnya tidak mumpuni.
Selanjutnya, pada malam Idul Fitri, jamaah Mushola Al Barokah melaksanakan takbir keliling kemudian dilanjutkan dengan persiapan Shalat Id.
Seperti saudara Muslim di tempat lainya, pelaksanaan shalat Id dimulai dengan takbir yang menggema di masjid. Jamaah akan mengikuti shalat Id dan mendengarkan khutbah setelahnya.Shalat Idul Fitri di Dalio Tafa dimulai pagi hari, Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 07:00 hingga 08:00 pagi waktu Taiwan.
Saya sebagai Dai Internasional utusan LD PBNU yang ditempatkan di Taiwan tahun ini berkesempatan mengimami sekaligus mengisi khutbah Idul Fitri. Saat sesi khutbah saya menyampaikan tema Indahnya Kebersamaan.
Usai shalat Id, komunitas Muslim di Dalio Tafa, Taiwan yang mayoritas adalah para pekerja yang mendapatkan izin dari tempat kerjanya mengikuti acara tahlil bersama, dilanjutkan silaturahim dan makan bersama di warung Indonesia 'Widia.' Ini adalah salah satu warung yang didirikan oleh Pak Shobari dan Bu Widia dari Indonesia.
Ustadz Galuh Thirta firdaus, Ketua Mushala Al Barokah menceritakan kepada saya bahwa untuk menunaikan shalat Idul Fitri di Taiwan tidak semudah di Indonesia. Para pekerja harus izin terlebih dahulu kepada manajer atau atasan yang mayoritas mereka non-Muslim.
"Semua pekerja Muslim di Dalio Tafa sudah meminta izin kepada atasanya, karena ingin menikmati dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga walau melalui Video Call. Akan tetapi tidak semua diizinkan, bahkan ada yang hanya diizinkan untuk shalat Id saja," ungkapnya
.
Pelaksanaan hari ini berlangsung lancar. Namun ada beberapa tantangan lain, tantangan terbesar bagi umat Muslim di Taiwan tepatnya di daerah Selatan adalah keterbatasan jumlah masjid dan tempat ibadah. Karena itu, banyak yang menyewa tempat seperti lapangan basket, stasiun, taman, dan lain sebagainya untuk digunakan shalat Id.
Meskipun ada tantangan, umat Muslim di Taiwan tetap menunjukkan semangat dan kebersamaan yang luar biasa. Mereka berharap kegiatan seperti shalat Id ini dapat terus mempererat tali persaudaraan antarumat Islam di Taiwan, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat umum.
Kegiatan shalat Idul Fitri dan Idul Adha di Taiwan menggambarkan semangat kebersamaan umat Muslim meskipun mereka adalah komunitas minoritas. Walaupun dengan tantangan dalam hal fasilitas ibadah dan perizinan, umat Islam di Taiwan tetap merayakan Hari Raya dengan antusias, membangun hubungan erat antar sesama, serta berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Nurwahid Pardi – Dai Internasional LD PBNU 2025 dengan penugasan di Taiwan. Program ini didukung NU Care-LAZISNU.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjaga Konsistensi Ibadah Pasca Ramadhan
2
Khutbah Jumat: Menjaga Ketakwaan di Setiap Keadaan
3
Khutbah Jumat: Pasca-Puasa dan Zakat, Teruslah Menebar Manfaat
4
Khutbah Jumat: Jangan Sampai Ramadhan Kita Sia-Sia
5
Khutbah Jumat Sunda: Ngaraketkeun Duduluran Dina Mangsa Lebaran
6
Khutbah Jumat: Tetap Istiqamah Menghidupkan Ibadah Malam
Terkini
Lihat Semua