Himasal Sosialisasi Aplikasi Sangu Lirboyo, Dukung Sistem Keuangan Santri Lebih Modern
NU Online · Ahad, 6 April 2025 | 19:00 WIB
Brebes, NU OnlineÂ
Pimpinan Cabang (PC) Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Brebes memulai langkah baru dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pesantren dengan menggelar sosialisasi perdana Aplikasi Sangu Lirboyo atau cashless di Kecamatan Wanasari.Â
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung sistem keuangan santri yang lebih tertib, aman, dan modern, seiring perkembangan zaman.
Aplikasi Sangu Lirboyo yang resmi diluncurkan saat Reuni Akbar Pondok Pesantren Lirboyo beberapa bulan lalu ini menjadi terobosan baru dalam sistem transaksi keuangan santri.Â
Melalui aplikasi ini, seluruh pengeluaran santri dapat dipantau langsung oleh wali santri dari rumah. Uang saku santri disalurkan secara digital tanpa perlu membawa uang tunai, sehingga risiko kehilangan atau penyalahgunaan bisa diminimalisasi.
"PAC Himasal Wanasari menjadi lokasi pertama kami menyelenggarakan sosialisasi aplikasi cashless. Kami sudah minta kepada pengurus PAC untuk mengundang seluruh wali santri, khususnya yang anaknya mondok di Lirboyo induk," ungkap Koordinator Sosialisasi Aplikasi Sangu Lirboyo Miftahul Anwar, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.Â
Menurutnya, Aplikasi Sangu Lirboyo ini sangat membantu orang tua dalam memantau dan mengontrol pengeluaran anak-anak mereka selama di pesantren.
"Ini sejalan dengan semangat Pondok Pesantren Lirboyo yang walaupun berbasis salaf dan kitab kuning (turots), tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital," katanya.Â
Baca selengkapnya di sini.Â
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua