Krisis Kendeng Dinilai Cerminan Darurat Ekologi Nasional
NU Online · Jumat, 27 Maret 2026 | 15:00 WIB
Rembang, NU Online Jateng
Jurnalis sekaligus pendiri Reset Indonesia, Farid Gaban, menegaskan bahwa persoalan lingkungan di Pegunungan Kendeng bukan sekadar isu lokal, melainkan bagian dari krisis ekologis nasional. Hal itu disampaikannya dalam dialog publik Kupatan Kendeng 2026 di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Rabu (25/3/2026).
Dalam forum bertema “Nyawiji Nolak Molo”, Farid menyoroti meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat aktivitas manusia yang abai pada keseimbangan alam. Ia menilai, konflik ekologis di berbagai daerah memiliki pola serupa dengan yang terjadi di Kendeng.
“Kerusakan lingkungan bukan hanya soal satu daerah, tapi menyangkut masa depan bersama. Apa yang terjadi di Kendeng adalah gambaran dari krisis yang lebih besar di Indonesia,” ujarnya.
Farid menjelaskan, Pegunungan Kendeng memiliki peran strategis sebagai kawasan karst penyimpan air alami. Kerusakan di wilayah ini akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama petani yang bergantung pada ketersediaan air.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran publik. Menurutnya, isu lingkungan kerap dipandang sebagai persoalan pinggiran, padahal dampaknya menyangkut keberlangsungan hidup manusia.
“Kesadaran publik harus terus dibangun. Kita tidak bisa lagi melihat lingkungan sebagai sesuatu yang terpisah dari kehidupan kita. Ini adalah soal hidup dan mati,” tegasnya.
Selain itu, Farid menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil. Gerakan akar rumput warga Kendeng, menurutnya, menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal dapat berperan aktif menjaga kelestarian alam.
“Perubahan tidak akan datang dari atas saja. Harus ada dorongan kuat dari masyarakat. Apa yang dilakukan warga Kendeng ini adalah bentuk kesadaran yang sangat penting,” imbuhnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
4
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
5
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua