Nasional

1.886 Penghulu Ikuti Pelatihan Teknik Memandu Pernikahan di Ciputat

NU Online  ·  Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:30 WIB

1.886 Penghulu Ikuti Pelatihan Teknik Memandu Pernikahan di Ciputat

Short course dilaksanakan secara hybrid learning melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC Pintar dan Smart Class di Kampus Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). (Foto: dok Pusbangkom SDM Kemenag)

Tangerang Selatan, NU Online

Sebanyak 1.886 penghulu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengikuti Short Course Teknik Memandu Pernikahan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Ciputat.


Short course ini dilaksanakan secara hybrid learning melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC Pintar dan Smart Class di Kampus Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026).


Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, mengatakan bahwa pelatihan ini untuk pertama kalinya digelar sebagai respons atas kebutuhan yang disampaikan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Bimas Islam Kementerian Agama. Program ini terbuka bagi seluruh penghulu, tidak dipungut biaya, dan disertai sertifikat resmi.


Menurut Mastuki, rekrutmen penghulu melalui jalur PPPK masih menyisakan tantangan, khususnya terkait penguasaan kemampuan teknis dalam menjalankan tugas profesi kepenghuluan.


“Program ini dirancang untuk membekali penghulu yang belum mendapat penugasan dari Kanwil sebagai pencatat perkawinan di KUA. Teknik memandu pernikahan secara syar’i harus benar, dan itu menjadi kompetensi wajib bagi seorang penghulu,” ujarnya.


Ia menambahkan, penghulu PPPK maupun CPNS baru perlu memahami secara tepat tata cara memandu prosesi akad nikah agar berlangsung khidmat dan berkesan. Selain itu, mereka juga dituntut menguasai bahasa Arab dasar, fasih melafalkan naskah akad dan khutbah nikah, serta memiliki kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang baik.


“Penghulu itu wakil Menteri Agama di garda terdepan. Mereka memiliki peran strategis dalam layanan keagamaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga kapasitas dan kompetensinya harus terus diperkuat,” tegas Mastuki.


Melalui skema hybrid learning, Mastuki berharap pelatihan ini dapat menjadi solusi pembelajaran yang mudah diakses oleh para penghulu di mana pun berada, tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan publik.


“ASN tetap bisa belajar, meningkatkan kompetensi, dan langsung menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” jelasnya.


Pelaksanaan short course ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama dengan tema Smart HAB. Selain peningkatan kompetensi penghulu, Pusbangkom SDM juga menyiapkan sejumlah short course lain bagi segmen ASN yang berbeda.


Program tersebut meliputi penguatan metode baca tulis Al-Qur’an bagi guru pendidikan agama di sekolah, pelatihan trauma healing berbasis pendekatan keagamaan bagi penyuluh agama di wilayah terdampak bencana, serta pelatihan ekoteologi dan pengembangan kurikulum berbasis cinta.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang