3 Prinsip Dasar Dakwah Islam menurut Katib Syuriyah PBNU
NU Online · Selasa, 10 Januari 2023 | 06:00 WIB
Katib Syuriyah PBNU, KH Asrorun Niam Sholeh saat Semi Final Audisi Dai-Daiyah 1 Abad NU, Ahad (8/1/2023) menjelaskan 3 prinsip dasar dalam dakwah Islam di masyarakat. (Foto: tangkapan layar TVNU)
Syarif Abdurrahman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan 3 prinsip dasar dalam dakwah Islam di masyarakat.
Hal ini disampaikannya saat acara Semi Final Audisi Dai-Daiyah 1 Abad NU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Ahad (8/1/2023).
Ketiga prinsip dasar tersebut adalah
1. Dai-daiyah itu mengajak, bukan mengejek
2. Dai-daiyah itu mendidik, bukan membidik
3. Dai-daiyah itu mengawani, bukan menghakimi.
"Ini prinsip dasar dalam konteks dakwah," jelasnya.
Menurutnya, zaman terus berubah dan gaya berpikir serta budaya masyarakat juga terus berkembang. Namun, sebagai seorang dai dan daiyah tidak boleh melupakan dakwah dengan konsep rahmatal lil 'alamin. Hal tersebut pondasi dalam kehidupan beragama.
Baca Juga
Lima Pendekatan Dakwah Wali Songo
"Ada perubahan menarik keburukan, dai dan daiyah menjadi benteng pertahanan. Lakukan upaya menginovasi kebaikan dan kreatifitas. Baik dalam thariqah dakwah maupun dalam madah," imbuhnya.
Dikatakan, tiga prinsip dasar yang disebutkannya tersebut juga menjadi pengingat bagi dai dan daiyah bahwa mereka bukan qodi, sehingga tak boleh menghakimi.
"Khusus dai-daiyah, perlu diingat bahwa kita bukan qodi. Tiga prinsip dasar itu satu kesatuan dalam diri seorang dai dan daiyah," tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Fatwa ini.
Setelah berpegang pada tiga prinsip dasar, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh dai dan daiyah yaitu maddah atau materi dakwah.
Maddah dakwah adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da'i kepada mad'u. Dalam hal ini sudah jelas bahwa yang menjadi maddah dakwah adalah ajaran Islam itu sendiri.
"Sebelum fokus ke cara dakwah maka perlu menyelesaikan madahnya dulu. Kokohkan madahnya, materi dakwah yang relevan untuk hari ini yaitu materi Islam yang mengedepankan prinsip-prinsip rahmatal lil 'alamin. Itulah esensi keislam kita," ungkapnya.
Namun, Kiai Niam mengingatkan bahwa cara dakwah juga tak kalah pentingnya dipelajari oleh dai dan daiyah. Saat ini, pendengar lebih banyak melihat bagaimana cara menyampaikan materi dakwah baru kemudian melihat materi dakwahnya.
"Kita mengajak kepada apa dan bagaimana, di sinilah maddah ini penting. Maka penampilan dai merupakan sesuatu yang penting, tapi yang tak kalah penting yaitu materinya," tutupnya.
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua