Nasional BANJIR SUMATRA

Akses Jalan Terbatas, LPBINU Terus Bergerak Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumbar

NU Online  ·  Sabtu, 3 Januari 2026 | 23:45 WIB

Akses Jalan Terbatas, LPBINU Terus Bergerak Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumbar

Warga menerima paket family kits dari LPBI PBNU. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Meski dihadapkan pada akses jalan yang terbatas akibat lumpur dan curah hujan yang masih tinggi, Tim NU Peduli yang terdiri dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bergerak menyalurkan 626 paket bantuan bagi warga terdampak bencana alam di Sumatra Barat (Sumbar).

 

Sekretaris LPBI PBNU Halik Rumkel menyampaikan bahwa distribusi bantuan difokuskan di empat wilayah terdampak, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.


Rincian daerah pendistribusian antara lain pada Kota Padang di Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Lubuk Alung, dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Di Kabupaten Agam di Kecamatan Palembayan dan Kecamtan Tanjung Raya. Di Kabupaten Datar di Kecamatan Malado dan Kecamatan Batipuh Selatan. Penyaluran di Kota Padang di Kecamatan Pauh, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Kuranji.


Halik juga menjelaskan bahwa paket bantuan dikemas dalam sebuah box yang berisikan beras, minyak goreng, sembako, serta perlengkapan dapur. Selain itu, bantuan juga dilengkapi dengan family kits, selimut, tikar dan terpal.


“Untuk di Sumbar kami menargetkan 626 paket untuk kepala keluarga di empat titik, Padang, Padang Pariaman, Agam dan Tanah Datar. Dengan rincian masing-masing KK (Kartu Keluarga) mendapatkan satu paket,” ujar Halik kepada NU Online, Jumat (2/1/2025).

 

Ia berharap bentuan tersebut dapat membantu dan meringankan beban warga yang terdampak bencana. “Mudah-mudahan paket ini sedikit membantu mengurangi beban bagi keluarga penyintas bencana banjir dan galodo,” tuturnya.


Kendala distribusi juga disampaikan Ketua LPBI Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat, Basrial Aidil. Ia menuturkan bahwa intensitas hujan yang masih tinggi kembali memperparah kondisi akses jalan menuju sejumlah titik penyaluran.

 

"Akhir-akhir ini daerah Sumbar mengalami hujan yang cukup deras, biasanya malam, nanti pagi berhenti jadi kami membawa bantuan ke titik pun hati-hati, seperti di Agam, kami mengalami kendala bahwa jembatan menuju ke Kabupaten Agam putus kembali,” ujarnya pada Sabtu (3/1/2026).

 

Meski harus melewati medan yang terjal dan berisiko, Basrial menegaskan bahwa LPBI NU tetap berupaya memastikan bantuan sampai ke tangan warga terdampak.

 

Sementara itu, Pengurus LPBI PBNU, Beny Syaaf Jafar, menyampaikan bahwa pihaknya memilih menggunakan box container sebagai wadah paket bantuan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.


"Beberapa barang warga ada yang rusak bahkan hanyut, kita berikan juga box container untuk menyimpan barang-barang yang penting agar lebih aman,” katanya.


Menurut Beny, kondisi di lapangan hingga kini masih menunjukkan dampak bencana yang signifikan, terutama di kawasan permukiman warga. “Rumah warga masih ada yang dipenuhi lumpur pascabanjir kemarin (akhir November 2025),” katanya.

 

Dalam tahap pemulihan pascabencana, Tim NU Peduli tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pembersihan rumah warga, sekolah, hingga rumah ibadah. “Kami akan terus mensupport paket bantuan dan akan ada trauma healing bagi warga terdampak,” ucap Beny.

 

=========

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU di filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang