Begini Cara Mendapat Kekayaan Kekal dalam Kehidupan menurut KH Zakky Mubarak
NU Online · Kamis, 6 April 2023 | 21:00 WIB
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak membeberkan cara untuk mendapat kekayaan yang kekal dalam kehidupan. (Foto: Dok NU Online)
Syifa Arrahmah
Penulis
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak membeberkan cara untuk mendapat kekayaan yang kekal dalam kehidupan.
"Pertama, pastikan rezeki yang kamu konsumsi berasal dari sumber yang halal," jelas Kiai Zakky dalam tausiyah digitalnya, Kamis (6/4/2023).
Pasalnya, kata dia, kadang kala manusia terlena dengan kekayaan duniawi yang bersifat sesaat. Banyak di antara mereka yang melakukan berbagai cara, tidak mengindahkan halal atau haram, asal bisa meraih kekayaan duniawi. Segala kekayaan duniawi yang dimiliki manusia, pasti akan hilang.
"Mungkin harta itu yang akan meninggalkan kita terlebih dahulu, atau kita yang meninggalkannya," kata dia.
Hal itu, tidak berlaku bagi individu yang memiliki keyakinan kuat terhadap kekayaan Allah swt, yakni kekayaan spiritual. Kekayaan spiritual itu, terang dia, adalah kekayaan yang kekal dan hanya bisa dicapai dengan keimanan kepada Allah swt.
"Keyakinan atau keimanan inilah yang menjadi cara kedua untuk meraih kekayaan yang kekal. Atau kekayaan spiritual yang akan tetap langgeng dan lestari," terang dia.
Ia lalu menjelaskan bahwa dengan keimanan maka seseorang akan bersikap bijak dalam menghadapi kehidupannya dan menuntunnya pada sikap hidup yang jujur.
"Orang-orang yang beriman kepada Allah, hatinya akan menjadi tenang dan menyerap petunjuk dari Allah swt. Dengan petunjuk itu, ia akan meraih kesuksesan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat," jelas Kiai Zakky.
Seorang yang beriman, lanjut dia, memiliki pandangan hidup yang luas, memiliki harapan masa depan yang menjanjikan, serta bisa mengantisipasi berbagai macam rintangan dan tantangan.
"Ia senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diperolehnya, bersikap sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai musibah. Ia memiliki sifat yang rendah hati, tidak congkak, tidak sombong, tidak pula bersikap sewenang-wenang," tambahnya.
Sebaliknya, ucap Kiai Zakky, mereka yang tidak beriman, atau imannya lemah akan mudah berputus asa, dan apabila memperoleh kesuksesan, akan bersikap angkuh dan sombong.
"Mereka tidak bisa melepaskan diri dari ketakutan-ketakutan yang menghantuinya, mereka selalu mementingkan diri sendiri, karena itu mereka dikucilkan oleh masyarakat," jelasnya.
Oleh karena itu, tambah dia, untuk mendapatkan kekayaan yang kekal dalam kehidupan manusia dituntut untuk memiliki keyakinan dan keimanan kepada Allah swt dan menebar banyak manfaat kepada sesama manusia.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua