Gus Abe Ingatkan Kandidat Ketum PB PMII Perhatikan AD/ART dalam Menyusun Visi dan Misi
NU Online · Sabtu, 6 Juli 2024 | 15:00 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Depok, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri berharap para kandidat calon ketua umum PB PMII dan Kopri PMII yang akan berkompetisi dalam Kongres PMII XXI di Palembang, Agustus mendatang, tidak hanya fokus menyiapkan kemenangan.
Gus Abe, sapaan karib Muhammad Abdullah Syukri, menekankan pentingnya memastikan visi, misi, dan program yang ditawarkan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang akan disahkan pada kongres mendatang.
“Saya terkendala ketika akan membuat program kerja yang tidak ada dalam AD/ART sehingga menghambat inovasi yang rencananya akan saya ubah cukup ekstrem,” kata Abe dalam debat kandidat ketiga calon ketua umum PB PMII dan Kopri PMII di Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (6/7/2024).
Abe menegaskan pentingnya membaca dan memahami AD/ART agar visi dan misi yang diajukan tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Ia memberikan contoh bahwa perubahan pola kaderisasi yang sudah tercantum dalam AD/ART tidak bisa diubah hanya melalui pleno atau Muspimnas.
“Jadi, tolong dibaca betul-betul jangan sampai kita sudah punya visi misi bagus, sudah berdebat, tapi ternyata terpilih justru tidak ada di AD/ART atau bahkan bertentangan dengan AD/ART. Tolong gagasan dituangkan dalam AD/ART yang akan dibahas besok,” tambahnya.
Debat yang digelar dalam rangkaian Kongres XXI PMII ini diharapkan mampu mengupas tuntas pemikiran para kandidat PMII. Abe mengklaim bahwa kongres PMII kali ini adalah salah satu kongres terbaik dari organisasi mahasiswa Islam Indonesia.
“Biasanya kongres biasa saja, kali ini ada pendaftaran, debat kandidat tiga kali, rangkaian ini mempertemukan para kader dan situasi di Padang, Ternate dan saat ini di Jawa Barat sehingga sahabat-sahabat bisa membaca PMII secara utuh dan luas," jelasnya.
Abe menambahkan bahwa dengan adanya debat kandidat, para kandidat calon diberikan waktu untuk membuka khazanah dalam mengupas visi misi terbaik untuk PMII mendatang.
“Inilah dengan sahabat-sahabat diberikan waktu dan bisa membuka khazanah dalam mengupas visi misi terbaik dalam PMII mendatang. Saya terbuka dengan kritik dan saran agar menghasilkan yang terbaik, tidak hanya menghasilkan pemimpin, tapi juga produk-produk hukum yang baik,” tutupnya.
Debat yang digelar di UI ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan penting dalam Kongres XXI PMII yang akan menentukan arah dan kebijakan organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia.
Sebelumnya, debat kandidat caketum PB PMII dan Kopri dilaksakan di Universitas Negeri Padang dengan tema Ideologi PMII, Pancasila, dan kepemimpinan pada Sabtu, 27 Juni 2024. Debat kedua digelar di IAIN Ternate, Maluku Utara dengan tema Manajerial dan Kemandirian Organisasi pada Rabu, 3 Juli 2024.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua