Inilah 6 Rekomendasi Hasil Rakernas Majelis Dzikir Hubbul Wathon
NU Online · Jumat, 23 Februari 2018 | 07:12 WIB
- Islam dan kebangsaan tidak bertentangan. Sejarah mencatat kombinasi Islam dan kebangsaan menjadi kekuatan fundamental dalam upaya melawan kolonialisme. Islam dan kebangsaan justru memperkokoh persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathoniyah) dan semangat cinta tanah air (hubbul wathon) dalam memproteksi keutuhan NKRI.
- Sinergi ulama dan umara' harus terus ditingkatkan. Karena keduanya punya domain strategis dalam upaya membangun bangsa. Jika umara' memiliki tanggung jawab mewujudkan kesejahteraan umat, maka para ulama bertanggung jawab membangun moralitas umat.
- Kaum Islamis dan nasionalis harus bersatu membangun bangsa. Karena membangun bangsa bukan hanya tanggung jawab satu pihak, namun diperlukan sinergi antar-seluruh elemen bangsa.
- Kesenjangan antara kaya dan miskin harus dipersempit. Karena itu, MDHW mendorong terwujudnya kesejahteraan yang merata melalui gerakan pemberdayaan ekonomi umat.
- Ulama harus bersatu, apapun aliran dan kelompoknya. Para ulama harus memiliki orientasi kebangsaan yang kuat. Karena ulama adalah ujung tombak persatuan umat.
- Pendidikan pesantren harus mendapat perhatian yang sama dengan pendidikan umum lainnya. MDHW mendorong kepada pemerintah untuk mangalokasikan dana khusus untuk pengembagan kualitas pendidikan pesantern. Karena pesanteran adalah tempat bersemai dan tumbuhnya pendidikan kerakter bangsa sejak dini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
3
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
4
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
6
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
Terkini
Lihat Semua