Jakarta, NU Online
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.<>
Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.
Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.
“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.
Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.
Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.
Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua