Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Naik dan Kembali Normal Usai Lebaran
NU Online · Selasa, 10 Februari 2026 | 21:30 WIB
Jakarta, NU Online
Tiap lorong-lorong Pasar Paseban, mulai dipadati warga yang memborong kebutuhan pokok. Namun, antusiasme pembeli tak diiringi harga yang murah. Cabai rawit tercatat Rp60 ribu per kilogram hingga Rp100 ribu. Kenaikan harga yang drastis melonjak dua kali lipat dari biasanya harga normal Rp30-45 ribu.
"Menjelang Ramadhan harga bahan pokok semua naik, termasuk cabai. Peningkatan hingga dua kali lipat, kalaupun naik misal Rp35 ribu ke Rp45 ribu, sekarang bisa jadi Rp60 hingga Rp100 ribu," ujar Sinin, penjual sayur, saat ditemui NU Online, di Pasar Paseban, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2/2026).
Selain itu, Sinin mengungkapkan, menjelang Ramadhan biasanya pasokan sayuran seperti bayam dan kangkung relatif mudah diperoleh. Namun, kondisi banjir di sejumlah daerah membuat ketersediaan sayur menjadi terbatas.
"Buat bulan puasa kan mudahnya seperti sayur bayam dan kangkung, tapi sekarang lagi susah karena banjir juga," ujar Sinin.
Menurut Sinin, fenomena ini menunjukkan adanya tekanan ganda, pasokan terbatas akibat cuaca tidak menentu dan banjir, serta permintaan yang tetap tinggi menjelang Ramadhan. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun, sementara penjual harus memutar otak untuk tetap menutup modal.
“Semua bahan pokok naik, tapi untuk penjualan tetap seperti biasanya, balik modal untuk perputaran juga sudah alhamdulilah," imbuh Sinin.
Sinin tidak berharap banyak dan hanya ingin penjualan tetap stabil. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan siklus yang sering terjadi setiap menjelang Ramadhan.
"Harapannya semoga lekas stabil, tapi ya susah mengingat menjelang Ramadhan," ujar Sinin.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga belum stabil dan diperkirakan kembali normal setelah lebaran.
Sejalan dengan itu, Ibu Titin (63), warga setempat, mengaku sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga menjelang Ramadhan. Ia menyebut, komoditas yang mengalami kenaikan ialah telur, beras, dan minyak goreng yang biasa ia beli di pasar dan gerai Indomaret.
Menurutnya, harga bahan pokok kemungkinan akan turun setelah Ramadhan, meski membutuhkan waktu dan tidak semuanya kembali normal.
"Biasanya selesai Ramadhan kemungkinan turun tapi lama, kadang ada yang tetap," ujar Titin.
Ia menilai kenaikan harga bahan pokok dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku sehingga berdampak pada harga jual dan distribusi.
"Kalau bahan bakunya naik, yang lain ikut naik. Mungkin juga karena BBM (Bahan Bakar Minyak) yang dari awal sudah naik,” pungkasnya.
.
Kontributor: Nisfatul Laila
Terpopuler
1
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
2
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
3
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
4
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
5
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
6
Ansor University Jatim Buka Pendaftaran Ramadhan Academy, Tiga Kelas Intensif Gratis
Terkini
Lihat Semua