Jakarta, NU Online
Buku “Ideologi Gerakan Pasca Reformasi” karya As’ad Said Ali yang diterbitkan LP3ES tahun 2012 telah diterjemahkan dalam bahasa Arab dengan tajuk “Aidiyulujiyat al-Harakat fi Fatroh ma Ba’da al-Islah”. Perbitan buku dalam edisi bahasa Arab dimaksudkan untuk lebih mengenalkan Islam di Indonesia atau Islam Nusantara ke Timur Tengah dan dunia Islam secara umum.<>
Buku yang diterbitkan oleh Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) ini Juni 2015 ini diterjemahkan oleh Fuad Ahmad al-Mutamakkin, rencananya akan dikenalkan dan diedarkan pada saat Muktamar ke-33 NU di Jombang.
Menurut As’ad, penerjemahan karya ke dalam bahasa Arab perlu digalakkan ketika NU ingin mengembangkan syiar ke tingkat dunia.
“Buku saya yang berjudul Al-Qaida: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya juga sedang dalam proser penerjemahan atas permintaan Syekh Al-Azhar,” kata Wakil Ketua Umum PBNU itu di Jakarta, Jum’at (10/7).
Sementara itu, menurut As’ad, dalam buku “Ideologi Gerakan Pasca Reformasi” yang diterbitkan dalam bahasa Arab, ia menambahkan satu bab khusus “Pancasila (Mabadi al-Khomsah wa Daur Ulama ad-Din” yang berisi penjelasan seputar Pancasila sebagai Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari aspek kesejarahan dan politik, serta diulas juga perjuangan ulama dalam mewujudkan kemerdekaan dan menyusun dasar negara.
“Kalau kita ingin menjadi pemimpin Islam ya gagasan-gagasan kita harus dikenal oleh dunia,” katanya.
As’ad menambahkan, selain karya-karya kontemporer banyak sekali karya ulama dan pemikir muslim Indonesia yang layak diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Banyak sekali ulama Indonesia yang karyanya dikenal oleh dunia Muslim seperti Syekh Nawawi Banten, Syekh Mahfudz Termas, Syekh Ihsan Jampes, dan belakangan karya KH Sahal Mahfudh di bidang ilmu ushul fikih dalam bahasa Arab juga dikaji di Mesir.
Namun belakangan terutama sejak Indonesia merdeka memang karya dalam bahasa Arab menurun. Para kiai banyak menulis dalam bahasa nasional Indonesia. “Ke depan penulisan atau penerjemahan ke dalam bahasa internasional terutama bahasa Arab perlu kita galakkan lagi,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Amal Baik Sebelum Puasa: Saling Memaafkan dan Bahagia Menyambut Ramadhan
3
Melihat Lebih Dalam Kriteria Hilal NU dan Muhammadiyah
4
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
5
Didampingi SBY-Jokowi, Presiden Prabowo Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara
6
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
Terkini
Lihat Semua