Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah
NU Online · Kamis, 27 November 2014 | 23:01 WIB
Jakarta, NU Online
Secara kelembagaan, saat ini terdapat 72 sekolah dari Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA) yang dikelola oleh satu unit eselon dua di Kementarian Agama, secara unit kerja, hal ini sudah tidak memadai. Upaya untuk membuat satu direktorat jenderal baru yang khusus menangani madrasah sudah digelindingkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.
<>
Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan, upaya pembentukan dirjen baru ini tidak bisa hanya letupan saja, tetapi dibutuhkan kajian dan harmonisasi di level menteri antara Menteri Agama dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.
“Kalau kami tugasnya kan menyiapkan naskah akademik tentang urgensi transformasi dari Direktorat Pendidikan Madrasah menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah karena dianggap sebagai orang yang mungkin memahami seluk beluk dan proyeksi pengembangan madrasah ke depan.”
Ia menggambarkan, meskipun mengelola jenjang pendidikan yang sama, Kementarian Pendidikan sudah dipisah-pisah dalam berbagai direktorat jenderal seperti Dirjen PAUD, Dirjen Pendidikan Dasar yang mengurus SD yang didalamnya saja ada empat atau lima direktorat, selanjutnya ada pula Direktorat Jenderat Pendidikan Menengah yang mengurus SMP/SMA/SMK. Bahkan kini untuk pendidikan tinggi saja sudah dibentuk kementerian sendiri.
Dengan sumberdaya yang terbatas ini, tentu saja madrasah belum mampu mengimbangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mengatasi hal ini, Nur Kholis menjelaskan, pihaknya memberdayakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag untuk membantu pengembangan madrasah. (mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua