Nasional PERINGATAN KAA

Kemendesa Jajaki “Kerjasama Selatan-selatan” Bangun Ekonomi Desa

Kamis, 23 April 2015 | 07:01 WIB

Jakarta, NU Online
Momen 60 tahun Konferensi Asia Afrikan (KAA) tahun ini akan dimanfaatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  untuk meningkatkan kerja sama antar-negara. Kerjasama selatan-selatan (South-south cooperation) antar-negara Asia dan Afrika perlu ditindaklanjuti ke arah kerjasama yang konkrit, khususnya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi desa.<>

"Selain itu Kemendesa juga akan menjajaki kerjasama dalam penataan wilayah dan pembukaan kawasan baru dengan Pemerintah Iran. Negara ini pembangunan wilayah perdesaannya sangat baik. Seluruh desanya sudah berhasil dialiri listrik," ujar Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi,  Marwan Jafar, lewat rilis yang diterima NU Online, Rabu (22/4). 

Marwan mengemukakan, salah satu poin penting dan strategis yang dikritisi oleh Presiden RI saat menyampaikan kata sambutan dalam pembukaan peringatan 60 tahun KAA adalah terkait dengan ketidakadilan global. "Kondisi saat ini lebih dari 1,2 milyar penduduk dunia tidak menikmati kue pembangunan global," ujarnya, Rabu (22/4).

Dikatakannya, bisa dipastikan ketidakadilan yang dialami oleh lebih dari 1,2 Milyar penduduk dunia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden tersebut adalah penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan atau masyarakat yang terpaksa bermigrasi ke kota karena desa sudah tidak memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi masyarakatnya. Dan saat ini, ujarnya lagi, sedang dalam proses merealisasikan kerjasama di antaranya dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

"Jika kita telisik lebih jauh, pengalaman dari ketiga Negara tersebut, mereka menjadi Negara maju saat ini dengan menitikberatkan penguatan kapasitas dan pemberdayaan perekonomian masyarakat desanya. BUMDes harus menjadi elemen penting perekonomian Negara dimasa yang akan datang," ujarnya. 

Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika 60 Tahun lalu merupakan cikal bakal lahirnya Gerakan Non-Blok yang saat ini beranggotakan lebih dari 100 negara. Untuk itu, Marwan mengatakan, membuka peluang kerjasama dengan negara-negara lain termasuk dari benua Amerika.

"Hal ini ditujukan untuk saling bertukar pengalaman dan sama-sama membangun desa menuju tatanan kehidupan perdesaan yang lebih baik disemua Negara," ucapnya. (Red: Fathoni)