Kini Fatayat NU Miliki 21.000 Pengurus Ranting
NU Online · Sabtu, 21 September 2019 | 15:15 WIB
Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini (tengah) saat menyampaikan laporan di hadapan Pengurus Syuriah dan Tahfidiyah PBNU pada Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin 2 Ciseureuh, Purwakarta, Jawa Barat, Sabut (21/9).
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
“Ada 34 Pimpinan Wilayah, 680 Pimpinan Cabang di Indonesia, 2.000 PAC di Kecamatan dan 21. 000 pimpinan ranting di Desa, bahkan ada beberapa Desa yang sudah miliki anak ranting di Kampung yaitu di Jakarta dan daerah Jawa,” kata Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini ditemui NU Online seusai menyampaikan Laporan di Hadapan Pengurus Syuriah dan Tahfidiyah PBNU pada Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin 2 Ciseureuh, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/9).
Anggia menuturkan, dengan jumlah tersebut persentase perkembangan sturktur Fatayat NU mencapai 15 persen. Patut disyukuri, ditengah-tengah dinamika nasional yang kerap terjadi, Fatayat NU mampu berkontribusi penuh kepada masyarakat melalui beragam kegiatan yang melibatkan kaum muda perempuan.
“Perkembangan ini sebenarnya karena kita sedang asik-asiknya berorganisasi, kami igin terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” katanya melanjutkan.
Setelah dilakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus di semua tingkatan, perkembangan di tubuh Fatayat secara kuantitas menjadi kepuasan tersendiri bagi para pengurus inti di PP Muslimat NU. Menurutnya, tidak menafik bahwa kuantitas menjadi modal tumbuhnya semanagt berorganisasi di Fatayat.
“Selama satu periode ini kita fokus kaderisasi, penguatan kapasitas kader dan membangun image ‘bangga menjadi Fatayat’. Ini yang sejak awal saya bangun untuk membaca arah kedepan,” ucap Mantan Ketua Kopri PMII Cabang Kota Malang periode 1996-1997 ini.
Untuk terus mengembangkannya, Anggia tengah mencari formulasi jitu bersama para fungsionaris organisasi Fatayat. Pihaknya juga fokus menguatkan Islam Ahlusunah wal jamaah sebagai akidah yang akan digembleng di masyarakat.
“Tidak lupa isu perempuan juga menjadi konsentrasi Fatayat NU,” tuturnya.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua