Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Pengurus Besar Persatuan Guru Indonesia (PB PGRI) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (21/1). Kedua pihak membahas kesamaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengemukakan, NU merupakan kekuatan masyarakat sipil yang tidak berpolitik praktis. Bagi NU, Indonesia merupakan negara damai.
"NU bukan kekuatan politik praktis, tapi politik kebangsaan. NU membangun kekuatan civil society (peradaban masyarakat)," kata Kiai Said.
Kiai Said juga mengatakan, upaya mempertahankan NKRI tidak hanya dari aspek geografi saja, tetapi juga dari sisi budayanya. Kiai Said menyebut bahwa budaya Indonesia luhur.
"Kita punya tradisi halal bi halal, haul. Itu budaya kita. Jadi kita punya budaya yang sangat luhur sangat agung," ucapnya.
Sementara Ketua umum PB PGRI Unifah Rosidi mengungkapkan, PGRI dan NU mempunyai kesamaan, yakni sama-sama berkomitmen menjaga NKRI.
"Kami dan NU memiliki banyak kesamaan. Kesamaan membangun NKRI. Kami selalu menjaga NKRI. Kami juga menjaga kesatuan dan persatuan. Karena kesamaan ini, kami berharap bisa berjalan bersama-sama. Kami ingin bersama-sama (dengan NU)," jelasnya.
PGRI juga mengakui peran NU dalam membangun Indonesia. Baginya, NU merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Bahkan sambungnya, atas jasa tersebut, Indonesia berhutang pada NU.
"Indonesia punya hutang kepada NU. Kita semua tahu bahwa NU punya peran besar dalam membangun NKRI ini," ucapnya.
Pada pertemuan tersebut, Kiai Said didampingi sejumlah Ketua PBNU diantaranya KH Abdul Manan Ghoni, H Robikin Emhas, dan H Eman Suryaman. (Husni Sahal/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua