Pesan Kiai Hasyim Latif Hadapi Perbedaan Pandangan Politik
NU Online · Ahad, 31 Maret 2019 | 13:00 WIB
Jakarta, NU Online
Memasuki tahun politik ini, suasana kerap kali diwarnai dengan perpecahan antar sesama. Baik karena perbedaan pandangan politik maupun karena fanatisme pada golongan tertentu.
Untuk menjaga persaudaraan dari konflik lima tahunan ini, Pejuang Indonesia KH Hasyim Latif memesankan persatuan dan kesatuan dalam karyanya Nahdlatul Ulama Penegak Panji Ahlussunnah wal Jama’ah yang relevan untuk dihadirkan di tengah-tengah masyarakat, terutama di kalangan NU.
Dewan Pakar Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto dalam diskusi buku karangan Kiai Hasyim Latif tersebut memaparkan bahwa Qonun Asasi yang dikutip dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam pembukaan buku tersebut tersirat pesan persatuan yang begitu besar.
“Harus saling bersatu, bertemu, dan kompak, karena akan mendatangkan manfaat,” kata Kiai Yusuf di sekretariat Islam Nusantara Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Jum’at (29/3).
Seperti yang dikutip dari hadits Nabi, lanjutnya, yadullah ma’al jama’ah, kekuasaan Allah itu menyertai orang-orang yang berkumpul (bersatu), dan barang siapa yang keluar dari perkumpulan (jama’ah), maka setan akan mendekatinya.
“Banyak orang yang tidak mau berkumpul, tidak bersatu, tidak mujalasah (duduk bersama) bersama, itu menjadi korban hoaks,” terangnya.
Ia juga berpesan bahwa sesama warga NU tidak boleh saling berpecah belah hanya karena Pilpres.
“Berbeda itu indah dan tidak menjadi suatu masalah, tetapi jangan sampai mem-bully dan menyebarkan berita hoaks,” katanya.
Mengutip Sayyidina Ali RA, ia menuturkan bahwasannya kebenaran dapat menjadi lemah karena suatu perselisihan dan perpecahan. Sebaliknya, kebathilan akan menjadi kuat karena saling bertemu dan bersatu.
“Seperti kambing-kambing yang berpencar, maka akan dengan mudah diterkam oleh srigala,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa seruan Kiai Hasyim Latif untuk bersatu itu ditunjukkan terutama bagi kalangan ulama dan pemimpin yang betakwa dalam keluarga Ahlussunnah wal Jama’ah serta yang menganut Madzahibul Arba'ah. (Nuri Farikhatin/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua