Nasional BANJIR SUMATRA

Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana Sumatra, Tim Siaga PMII Nobar Film Jumbo di Aceh Utara

NU Online  ·  Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:00 WIB

Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana Sumatra, Tim Siaga PMII Nobar Film Jumbo di Aceh Utara

Nobar film Jumbo PMII bersama anak-anak dan warga terdampak bencana di Aceh Utara. (Foto: PMII)

Aceh Utara, NU Online
Di tengah duka akibat bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor, Tim Siaga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Sigap PMII) hadir di lokasi pengungsian untuk memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak di halaman SDN 8 Langkahan, Aceh Utara, Aceh.


Salah satu relawan Sigap PMII, Lily Awanda Faidatin mengatakan kegiatan trauma healing dilakukan melalui nonton bareng (nobar) film Jumbo pada malam pergantian tahun.


"Pada 31 Desember 2025, malam tahun baru nonton bareng (nobar) Film Jumbo untuk menghibur anak-anak," kata Lily Awanda Faidatin kepada NU Online, Jumat (2/1/2026) malam.


Selain nobar, pada 1 Januari 2026 Lily bersama sekitar 30 relawan lainnya juga menggelar kegiatan trauma healing bertajuk Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Psikologis Pertama.

 

Lily menekankan pentingnya penanganan pascabencana yang dilakukan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya anak-anak.


"Penanganan tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemulihan sosial dan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas," kata Lily.

 

Lily mendorong adanya layanan trauma healing yang terstruktur dan berkelanjutan, melibatkan tenaga profesional, pendamping lokal, serta tokoh masyarakat dan agama agar proses pemulihan berjalan sensitif terhadap konteks budaya Aceh.


"Anak-anak yang terdampak membutuhkan ruang aman untuk kembali belajar, bermain, dan mengekspresikan emosi mereka agar tidak membawa trauma jangka panjang," katanya.

 

Relawan Sigap PMII lainnya, Andi Kurniawan, menuturkan kondisi warga terdampak masih sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga yang rusak parah hingga tidak tersisa, termasuk harta benda dan sumber penghidupan.


"Mayoritas warga memiliki kebun sawit, sawitnya juga busuk. Mereka tidak punya penghasilan," kata Andi.

 

Ia juga menyoroti kerusakan fasilitas pendidikan, padahal pemerintah kabupaten Aceh Utara berencana memberlakukan kembali pembelajaran sekolah pada 5 Januari 2026. "Sampai hari ini belum ada pembelajaran karena fokus bagaimana pemulihan trauma dan bahkan butuh uluran tangan pemerintah," katanya.


Menurut Andi, kebutuhan mendesak saat ini antara lain perlengkapan sekolah anak-anak, seperti pakaian, buku tulis, tas, dan alat belajar lainnya. "Kebutuhan mendesak banyak sekali terutama soal pakaian sekolah, buku tulis yang berkaitan dengan anak sekolah," ujar Andi.


Ia berharap pemerintah dapat mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan, layanan kesehatan, dan akses air bersih (karena cukup sulit), serta memastikan distribusi bantuan yang adil dan transparan.

 

"Pendampingan ekonomi bagi keluarga terdampak juga sangat penting agar masyarakat dapat bangkit dan kembali mandiri setelah bencana," tandasnya.
Data Sekolah terdampak

 

Berdasarkan data Kemendikdasmen satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, Provinsi Sumut berjumlah 385, dan Provinsi Sumbar berjumlah 314. Total keseluruhan satuan pendidikan terdampak adalah 1.009.


Rincian untuk Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB. Lalu untuk Provinsi Sumut yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Sementara untuk Provinsi Sumbar yaitu 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.


Data BNPB per Sabtu, 3 Januari 2026 mencatat sebanyak 803 rumah ibadah terdampak banjir di Sumatra. Selain itu, 3.188 fasilitas pendidikan dan 215 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Sebanyak 34 jembatan putus dan 81 akses jalan terputus.


Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.157 jiwa, dengan 381,1 ribu orang mengungsi dan 165 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 178.479 rumah rusak, dengan Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi dari 10 kabupaten/kota terdampak, yakni 166,9 ribu orang masih mengungsi.

 

=========

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU di filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang