Jakarta, NU Online
Tanda-tanda orang yang ibadah hajinya mabrur bisa diketahui, bisa dilihat secara fisik. Di antaranya, prilakunya setelah berhaji semakin baik.<>
Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda, mencontohkan sikap-sikap haji mabrur.
“Setelah kembali berhaji. Dulu tak pernah shalat jamaah, pulang haji, shalat jamaah terus. Dulu medit atau kikir, pulang haji sering menolong orang. Ini secara lahiriyah mabrur,” katanya di kantor redaksi NU Online, Sabtu (20/10) lalu.
Sebaliknya, sambung kiai kelahiran Lamongan 1938, ada haji yang mardud. Pulang berhaji malah sering melakukan kemaksiatan. Tertolak hajinya.
“Mengapa tertolak? Bisa dilihat dari cara ia berhaji. Ia tidak menepati syarat dan rukunnya. Biaya keberangkatannya dengan uang haram. Kalau haji yang koruptor, hajinya jadi, tapi nggak ada pahalanya. Siksanya akan datang. Nabi itu pernah nggak menshalati orang koruptor di Madinah. Jangan dishalati! Bajingan itu!”
Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) ini, menjelaskan cara mendapat haji mabrur. Cara yang pertama adalah memastikan niat berhaji semata-mata karena Allah.
“Di dalam Al-Quran dijelaskan, Semprnakan niat haji dan umrohmu semata-mata karena Allah,”
Yang kedua, perjalanan haji dengan biaya yang halal. Yang ketiga, melaksanakan syarat dan rukun haji. Tahu tata cara tawaf, wukuf sesuai dengan aturan sesuai Al-Quran.
“Haji mabrur tidak ada balasannya, selain surga. Ini diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Hadits sahih,” pungkasnya
Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua