Ternyata, Program 'Kembali ke Pesantren' Masih Digodok
NU Online · Kamis, 8 November 2012 | 10:40 WIB
Jakarta, NU Online
Konsep ‘Kembali ke Pesantren’ ternyata masih dalam tahap penggodokan, padahal program tersebut sudah ditunggu dua tahun lebih, tepatnya setelah Dr. KH Said Aqil Siroj terpilih jadi Ketua Umum PBNU, pada Muktamar NU di Makassar, 2010.
<>Munas-Konbes NU 2012 September lalu di Cirebon mengamanahkan NU untuk memusatkan segala perhatiannya kepada pesantren.
“Rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriah PBNU ini antara lain membahas program ‘Kembali ke Pesantren’,” tutur Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU kepada NU Online di ruang sekretariat PBNU, lantai tiga Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (7/11) petang.
Konsep ‘Kembali ke Pesantren’ menurut Marsudi, kini sedang digodok untuk diturunkan menjadi program-program konkret. Program-program ini pada akhirnya menjadi acuan bagi setiap pengurus NU di semua tingkatan mulai dari ranting NU sampai tingkat PBNU.
Konsep ini tidak hanya berlaku bagi kepengurusan NU di semua tingkatan. Amanah Munas-Konbes NU 2012 ‘Kembali ke Pesantren’, juga berlaku untuk semua lembaga dan badan otonom di bawah NU.
PBNU sendiri sudah mengawali program tersebut dengan menyelenggarakan Munas-Konbes NU 2012 di Pesantren Kempek Cirebon. Panitia Munas-Konbes NU 2012 memusatkan seluruh kegiatan tersebut di Pesantren Kempek sesuai draf rancangan Munas-Konbes NU sebelumnya.
Menurut Marsudi, hasil godokan program itu nantinya akan dicetak dan disebarluaskan ke semua pengurus NU, lembaga, lajnah, dan banom dari ranting sampai PBNU. Dengan demikian, ‘Kembali ke Pesantren’ menjadi sebuah gerakan yang massif.
Efektifitas konsep ‘Kembali ke Pesantren’ akan bergantung sekali pada sosialisasi program. Kecuali itu, kesadaran pengurus NU akan makna pesantren sebagai basis mereka, turut menentukan keberhasilan program ini, pungkasnya.
Redaktur: Hamzah Sahal
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Panduan Shalat Gerhana Bulan Petang Ini, Mulai Niat hingga Salam
2
Gerhana Bulan Total Bakal Terlihat di Seluruh Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026, Dianjurkan Shalat Khusuf
3
PBNU Instruksikan Qunut Nazilah Respons Agresi Israel-AS ke Iran
4
Gus Yahya Sebut Kepergian Ketum Fatayat Margaret adalah Kehilangan Besar bagi Keluarga NU
5
Ali Khamenei Wafat dalam Serangan Israel-Amerika
6
Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat
Terkini
Lihat Semua