TNI Siapkan Pasukan Berpengalaman untuk Misi di Gaza
NU Online · Rabu, 11 Februari 2026 | 06:00 WIB
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: NU Online/Fathur)
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam misi perdamaian internasional di Gaza dengan menyiapkan prajurit yang memiliki rekam jejak penugasan di wilayah konflik.
Personel yang dipersiapkan bukan berasal dari satuan baru, melainkan prajurit yang sebelumnya telah terlibat dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya di kawasan Timur Tengah.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung keputusan politik negara terkait kontribusi pasukan perdamaian.
Menurutnya, pengalaman penugasan menjadi pertimbangan utama dalam proses rekrutmen personel yang akan diberangkatkan.
“Saya kira kita sudah punya pengalaman ya, ada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang pernah ke sana. Satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana inilah nanti yang akan kita rekrut. Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana,” ujar Tandyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan bahwa TNI secara institusional telah siap memenuhi kebutuhan jumlah pasukan yang ditetapkan negara, meskipun proses diplomasi dan perundingan internasional masih berlangsung.
“Pada prinsipnya TNI siap ya, berapapun yang dibutuhkan karena kan sekarang masih dalam proses perundingan,” imbuh Tandyo.
Tandyo menjelaskan, keputusan terkait besaran kontribusi pasukan Indonesia akan ditentukan setelah seluruh proses perundingan rampung. Penetapan jumlah personel tersebut dijadwalkan berlangsung pada penghujung Februari 2026 dan akan ditetapkan langsung oleh Presiden.
“Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan. Sampai sekarang kita banyak sudah ada beberapa opsi untuk bisa kita berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan TNI dalam misi perdamaian PBB bukanlah hal baru. Sejak 2008, Indonesia secara konsisten mengirimkan pasukan ke Lebanon dalam misi UNIFIL yang menjadi basis pengalaman operasional bagi prajurit yang kini disiapkan untuk Gaza.
“Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana. Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008 ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan UNIFIL ke sana sudah berkali-kali dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana,” kata Tandyo.
Menurutnya, pengalaman penugasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi medan konflik, tetapi juga keterampilan membangun komunikasi dengan masyarakat lokal di wilayah penugasan.
“Tentunya dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana. Walaupun itu di wilayah Lebanon,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa Mabes TNI telah melakukan persiapan internal dan menempatkan prajurit dalam status siap diberangkatkan. Namun, pelaksanaan pengiriman masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
“Kemudian terkait dengan pengiriman pasukan yang terkait dengan Gaza, jadi intinya kita sudah siapkan. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap,” kata Donny.
Terkait estimasi jumlah pasukan, Donny menyebut angka awal yang masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti dinamika perundingan internasional.
“Mungkin nanti Wakil Panglima yang akan jawab ya tapi sekitar 600-an sekian mungkin jumlah pasukan yang disiapkan,” tukas Donny.
Terpopuler
1
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
2
Menkeu Purbaya Heran Anggaran Kesehatan Naik Malah Berujung Penonaktifan PBI JKN
3
Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia
4
100 Tahun NU, Rais Aam PBNU Langitkan Doa untuk Palestina
5
120 Ribu Pasien Terancam, Menkes Peringatkan Risiko Kematian akibat Penonaktifan PBI JKN
6
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan pada 17 Februari 2026 dengan Didahului Edukasi Pengamatan Hilal
Terkini
Lihat Semua