50 Naskah Sejarah Dijual pada Kolektor Malaysia
NU Online · Ahad, 16 November 2008 | 23:03 WIB
Kolektor naskah kuno Melayu terus memburu sejumlah naskah kuno kesusasteraan Melayu. yang berada di Kepulauan Riau. Demikian dinyatakan budayawan Kepulauan Riau, Raja Malik, di Tanjungpinang, Minggu (16/11).
Ketua Pusat Maklumat Kebudayaan Melayu Kepulauan Riau-Pulau Penyengat itu mengatakan, sekitar 50 naskah sejarah, sastra dan agama kuno milik Kepulaun Riau telah dijual kepada kolektor Malaysia. Sebagian kecil naskah kuno Melayu setempat, juga berada di lembaga kebudayaan Singapura.<>
"Kebanyakan kolektor Malaysia yang berhasil membeli naskah kuno dari masyarakat yang menyimpannya," ujarnya Malik.
Menurut Malik, sebagian naskah kuno yang disimpan pewarisnya berada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang dan Lingga. Mereka adalah keturunan para pujangga Melayu kuno.
"Kami tidak mencampuri naskah kuno yang disimpan pewarisnya. Harusnya pemerintahlah yang bertanggungjawab menyelamatkannya," tambahnya.
Kolektor-kolektor dari Malaysia dan Singapura berupaya merayu pemegang warisan naskah kuno. mereka memiliki penawaran tersendiri terhadap naskah-naskah kuno yang bersedia dijual oleh pewarisnya.
Malik juga menambahkan, harga naskah sejarah kuno lebih tinggi dibanding naskah agama dan sastra. Hingga sekarang aset-aset budaya Kepulauan Riau belum diinventarisir, sehingga tidak diketahui berapa banyak yang masih tersisa.
"Naskah-naskah kuno yang berhasil kami selamatkan sekitar 317," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua