Al-Manar TV Siap Promosikan Gagasan Islam Moderat NU ke Mancanegara
NU Online · Senin, 8 September 2008 | 08:19 WIB
Al-Manar TV siap mempromosikan gagasan Islam moderat yang dikembangkan Nahdlatul Ulama (NU) ke mancanegara. Stasiun televisi milik kelompok Hizbullah di Libanon itu juga menginginkan konsep Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) memengaruhi kehidupan umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Kepala Perwakilan Al Manar Indonesa, Ali Asseqaf, mengatakan hal itu kepada NU Online ditemui di kediamannya di Jakarta, Ahad (7/9) kemarin.<>
Menurutnya, NU mempunyai perhatian yang tinggi terhadap permasalahan Islam dunia. Pelaksanaan forum International Conference of Islamic Scholars di Jakarta akhir Juli lalu, merupakan salah satu buktinya.
“ICIS menjadi ‘jembatan’ komunikasi yang efektif antara NU dengan dunia Islam. Al-Manar siap memasarkan pandangan dan gagasan global NU demi kejayaan Islam dan kemaslhatan umat mausia,” ungkap Ali.
Al-Manar, kata Ali, juga siap membantu memfasilitasi keinginan kalangan warga NU untuk mendirikan televisi yang membawa misi pengembangan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah.
“Al-Manar siap bermitra dengan televisi-televisi lokal milik warga NU. Terutama kerja sama dapat diakukan dalam konten (berita), karena itu menjadi kuncinya media,” alumnus Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, itu.
Untuk memperkuat program siaran Al-Manar di Indonesia, pihaknya akan melakukan pengemabangan berbasis kearifan lokal. Ini dilakukan dengan menggandeng NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.
”Kami tidak bermaksud datang ke ndonesia untuk merubah orang Islam Indonesia menjadi Arab. Kami ingin Indonesia tetap menjadi Indonesia, berkembang dengan keragaman budaya yang dimiliki seperti yang selama ini direpresentasikan NU,” terang Ali.
Sebelumnya, menyikapi pro-kontra beroperasinya Al Manar di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh menegaskan, pemerintah tidak bisa melarang. Pasalnya, yang menjadi patokan pemerintah adalah aturan perundangan.
”Kontrak Indosat dengan Al Manar murni urusan bisnis. Bila ada yang menilai sebagai milik teroris, kita tidak punya kompetensi untuk menilai. Al Manar, kan sama dengan Aljazeera, BBC, CNN. Itu, kan penyiaran televisi,” papar Ali.
Ali menimpali, saat ini Al Manar tengah tumbuh sebagai jaringan televisi global yang memiliki pasar kuat di dunia Islam. Al Manar telah menjadi tandingan media global yang disegani. Televisi ini tak jarang menayangkan fakta kebohongan Israel dengan ulasan-ulasan yang ilmiah dan mendidik. (hir/rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
Terkini
Lihat Semua