Pondok pesantren bukanlah sarang kelompok teroris. Indikasi termudahnya adalah, tidak satu pun para teroris yang memiliki pesantren. Bahkan Mayoritas pondok pesantren tidak menginginkan hukum Islam dijadikan hukum positif di Indonesia.
Demikian dinyatakan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'ad Said Ali dalam acara bedah buku 'Negara Pancasila: Jalan Menuju Kemaslahatan Berbangsa', Selasa (25/8). Menurutnya, bahkan para teroris tidak bergerak di pondok pesantren, melainkan dalam lingkup yang lebih kecil.<>
''Pesantren itu seperti milik NU dan Muhammadiyah. Sedangkan teroris bergerak dalam kelompok yang lebih kecil, namanya markaz. Markaz yang menjadi termpat pendidikan kelompok teroris ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia,'' ujar As'ad.
Menurut As'ad, hal inilah yang menghambat pemberantasan kelompok teroris saat ini. Kelompok teroris yang beroperasi di Indonesia, merupakan kelompok sempalan Jamaah Islamiyah asal Mesir, yang sudah diberantas habis di negara asalnya.
As'ad juga tak henti-hentinya mengimbau untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang menuntut formalisasi agama dalam kehidupan bernegara di Indonesia. (ant)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua