Wakil Ketua Komisi VIII DPR Said Abdullah menilai haji merupakan ibadah yang harus mendapatkan dukungan semua pihak. Karena itu, tidak boleh ada niat untuk menjadikan haji sebagai bisnis karena hanya akan semakin menurunkan pelayanan terhadap para jamaah yang merupakan tamu Allah.
"Jangan ada kapitalisasi dalam penyelenggaraan haji, karena hal tersebut akan mendorong pelayanan haji semakin menurun,"kata Said Abdullah dalam dialog di Media Center Haji (MCH) Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (22/11).<>
Said menilai upaya kapitalisasi terhadap haji mulai terlihat, terutama yang terkait dengan masalah pelayanan terhadap jamaah haji. Said mencontohkan, pemondokan bagi jamaah haji seharusnya mendapatkan pengawasan yang ketat dengan dibuatkan standarisasi. Namun contoh kecil ini saja tidak dilakukan.
"Idealnya pemerintah Arab Saudi menerapkan standarisasi untuk setiap gedung atau hotel bagi jamaah. Harus ada kriterianya, seperti golongan A, B hingga D dan ditetapkan tarip sewanya," terangnya.
Dengan cara seperti itu lanjut Said, kelayakan pemondokan akan dapat dipertanggungjawabkan dan kapitalisasi haji dapat dihindari.
Said juga menyinggung persoalan transportasi. Menurutnya, harusnya Pemerintah Arab Saudi membuat aturan yang ketat sehingga dapat memperlancar seluruh proses pelayanan terhadap tamu Allah. (dtc)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua