Gabungan Pengusaha Rokok Indonesia (Gapri) menilai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok bagi kalangan anak dan ibu hamil tidak berpengaruh banyak terhadap industri rokok di Tanah Air.
"Karena MUI berada di ranah agama, sebenarnya bukan kapasitas kami mengomentari. Tapi menyangkut rokok, kami konsen untuk tidak diperkenankan kepada anak-anak," ujar Ketua Gapri Ismanu Soemiran, Senin (26/1).<>
Dia mengatakan, untuk ibu hamil dan menyusui juga sudah lama ada imbauan yang terdapat di bungkus rokok. Begitupun dengan larangan merokok di ruang publik, sudah sejalan dengan aturan pemerintah.
"Jadi sebenarnya inti yang difatwakan MUI soal rokok haram bagi anak-anak dan ibu hamil sudah lama berjalan. Jadi tidak ada masalah bagi kami," tandas Ismanu.
Bahkan dia mengungkapkan stakeholder dari industri rokok di Indonesia hampir 95 persen adalah Muslim, mulai dari petani, pekerja hingga pengecer."Jumlahnya mencapai enam setengah juta orang," imbuh Ismanu.
Ketua Gapri itu juga tidak sependapat dengan pandangan sejumlah pihak yang menilai fatwa haram rokok akan berdampak pada peningkatan angka pengangguran. "Itu berlebihan," pungkasnya. (okz)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua