Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) meminta kepada aparat kepolisian menangkap Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Shihab. Organisasi sayap pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, Habib Riziq merupakan ‘dalang’ atas penyerangan massa FPI terhadap aktivis Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), di Jakarta, Ahad (1/6) lalu.
"Kami juga meminta pemerintah membubarkan FPI yang berkali-kali terbukti melakukan tindakan melanggar dan melawan hukum," kata Sekretaris Jenderal Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa, M.N. Purnamasidi, di Jakarta, Senin (2/6) kemarin.<>
Garda Bangsa juga mengultimatum aparat kepolisian agar menangkap pelaku penganiayaan terhadap aktivis AKKBB yang salah satunya; KH Maman Imanulhaq, Anggota Dewan Syura DPP PKB dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Cirebon, Jawa Barat.
"Garda Bangsa memberikan waktu kepada aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya dalam waktu 2 x 24 jam. Jika tidak, maka kami akan mencari dan menangkap langsung pelaku, berdasarkan bukti yang telah kami dapat dilapangan," pungkas Purnamasidi.
Purnamasidi menuding FPI merupakan preman berjubah yang tidak bermoral namun menggunakan simbol-simbol Islam. Tindakannya pun tak bisa ditoleransi karena telah mengancam kehidupan berbangsa di negeri ini.
"Apa yang dipertontonkan oleh preman berjubah, yang terkesan dibiarkan oleh aparat kepolisian, makin mengentalkan anggapan banyak pihak bahwa hukum di negeri ini belum ditegakkan," jelas Purnamasidi.
Korban luka akibat penyerangan FPI itu mencapai 70 orang. 7 Orang di antaranya masih dirawat intensif. "6 Orang telah divisum dan 6 lainnya telah di-BAP," kata anggota AKKBB, Asfinawati, kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/6) kemarin.
Ratusan aktivis AKKBB diamuk massa FPI saat aksi unjuk rasa di Monas, Ahad (1/6). Massa lari kocar-kacir dikejar massa FPI karena dinilai membela Ahmadiyah. Korban dari AKKBB terluka akibat dipukuli oleh massa FPI dengan bambu secara bertubi-tubi dan disiram pasir. (dtc/rif)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua