Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor DI Yogyakarta mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Pasalnya, penyerangan yang dilakukan FPI terhadap aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Jakarta, Ahad (1/6) kemarin, merupakan tindakan kriminal.
āPenyerangan dan pemukulan oleh FPI tersebut merupakan tindakan kriminal yang meresahkan keamanan Negara dan merampas kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi,ā terang Direktur LBH Ansor DI Yogyakarta, Thalis Noor Cahyadi, melalui siaran pers yang diterima NU Online, di Jakarta, Senin (2/6).<>
Cahyadi juga meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia segera menangkap dan memroses secara pidana pihak-pihak yang melakukan penyerangan, termasuk 'dalang intelektual' aksi tersebut. āJika pemerintah tidak lagi sanggup menindak para pelaku kekerasan itu, LBH Ansor Yogyakarta bersama elemen lain akan mengambil langkah sendiri,ā tegasnya.
Cahyadi menilai, perbuatan FPI juga merupakan tindakan yang tidak bermoral dan bertolak belakang dari ajaran dan tuntunan Islam. Padahal, kelompok pimpinan Habib Rizieq itu kerap menggunakan simbol-simbol Islam dalam setiap gerakannya.
Sementara, kata dia, aksi yang dilakukan para aktivis AKKBB merupakan aksi dengan damai dan legal. Dan, tindakan massa FPI telah merusak kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi negara.
Namun demikian, ia mengimbau kepada semua pihak agar tidak terpancing atas kejadian tersebut. Masyarakat diminta melakukan tindakan serupa dengan alasan apa pun. āLBH Ansor Yogyakarta juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak terpancing terhadap berbagai aksi-aksi pengalihan isu persoalan bangsa,ā jelasnya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua