Zakat lebih baik didistribusikan secara produktif dalam bentuk modal usaha atau lapangan kerja, meskipun hanya bisa menggait beberapa mustahiq (penerima) saja. Zakat dalam bentuk konsumtif atau berupa uang belanja hanya hanya akan bermanfaat sesaat saja.
“Memberi kail pada penerimanya adalah hal yang sangat bijak,” kata Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Masruri A Mughni dalam perbincangan dengan NU Online di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Selasa (16/9), menyusul tragedi tewasnya 21 orang dalam pembagian zakat di Pasuruan, Jawa Timur.<>
Namun demikian, sebelum melakukan distribusi zakat harus dilakukan penelitian lebih dahulu. Siapa saja orang yang patut ditingkatkan derajatnya dari fakir menjadi miskin atau dari fakir hingga menjadi mampu. Dari yang tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan yang mampu mencukupi kebutuhan kehidupan diri dan keluarganya.
“Misal, ada pedagang es yang tidak punya modal atau terjerat rentenir maka diberi kail tambahan modal sehingga bisa bangkit berjualan,” terangnya.
Bisa juga disalurkan kepada seorang penjahit tapi tidak punya mesin jahit. Orang yang tidak punya pekerjaan maka diberi ayam atau kambing beberapa ekor sehingga bisa beternak.
Dari sisi pemberi, tambah Kyai Masruri, boleh saja memberikan zakat langsung kepada penerima dalam bentuk show sebagai syiar ibadah. Tapi kalau show tersebut justru menimbulkan tragedi pada penerima, maka tidak perlu dilakukan.
“Tujuan zakat itu sendiri kan minimal menghilangkan kefakiran, minimal meringankan beban si fakir. Tapi kalau sampai berdesak-desakan itu justru menyengsarakan,” ujarnya. (was)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua