Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan, bhakti sosial mampu menumbuhkan sikap peduli dan sensitifitas masyarakat.
"Bakti sosial bukan sekedar bernilai seremonial belaka, tapi terkandung makna agar kita semakin peduli dan sensitif terhadap lingkungan sekitar," kata Menteri Agama saat membuka Bhakti Sosial Kesehatan di Komplek Depag Citayam, Jumat (9/1).<>
“Di tengah meningkatnya pembangunan dalam berbagai bidang, masih terdapat saudara kita yang membutuhkan santunan, uluran tangan dan perhatian kita,” ucapnya.
Bhakti sosial ini, kata Menag Maftuh, bukan tujuan, tetapi lebih sebagai media untuk membangun semangat keberpihakan kita terhadap kaum dhuafa, masyarakat kecil dan komunitas yang kurang beruntung.
Menurut Menag, filosofi yang terkandung dalam motto Dep.Agama Ikhlas Beramal, jelas menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap makna eksistensi Dep.Agama. “Kita harus mampun mendorong agar institusi ini dapat lebih berperan dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan bagsa ini,” tambah Menag.
Menag Maftuh menambahkan, kekuatan sekecil apapun yang kita miliki, akan menjadi kekuatan besar jika disinergikan. “Saya juga percaya, di tengah kondisi dan kemampuan kita yang berbeda-beda terkandung semangat kebersamaan yang tinggi, kepedulian yang besar dan keikhlasan untuk memberi makna di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya. (SM)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua