Menag: Islamic Center Harus Perhatikan Etika Setempat
NU Online · Jumat, 1 Februari 2008 | 05:51 WIB
Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, Islamic Centre sebagai Pusat Pengkajian dan Pembinaan Islam sangat bermanfaat dalam melakukan perubahan mendasar dan menyeluruh bagi umat.
"Islamic Centre merupakan suatu keharusan dan mesti menjadi perhatian setiap muslim yang peduli terhadap pembinaan umat melalui tarbiyah dan ukhuwah serta dilandasi dengan semangat hijrah untuk aktualisasi perbaikan diri," kata Menag dalam acara pembukaan Semiloka Prototipe Islamic Centre di Jakarta, Kamis (31/1).<>
Islamic Centre juga berguna agar sikap egosi atau mementingkan diri yang terdapat dalam diri setiap muslim dapat berlaih menjadi rasa empati dan peduli terhadap orang lain dan keadaan di sekitarnya.
Namun Maftuh mengimbau agar segala macam program yang dijalankan untuk mengembangkan suatu Islamic Centre harus memperhatikan sejumlah hal seperti kearifan lokal yang terdapat di daerah itu.
"Tradisi dan etika ulama setempat merupakan modal dasar yang dapat mengembangkan keunggulan di dalam sebuah masyarakat," katanya seperti dilansir situs resmi Departemen Agama.
Menag juga mengatakan agar pengelola Islamic Center memperhatikan dengan sungguh-sungguh tenaga SDM terutama dalam hal jumlah dan komitmen mereka.
Selain itu, ujar dia, pengelola juga harus mengembangkan strategi manajemen yang strategis dan bersifat komprehensif agar Islamic Centre dapat terbina dengan baik dan benar.
"Para pengelola Islamic Centre rasanya layak belajar dari berbagai pesantren di daerah yang masih bisa ’survive’ karena pengelola pesantren tersebut memiliki komitmen dan integritas yang tinggi terhadap pesantren yang dikelolanya," kata Maftuh.
Hadir pula dalam acara tersebut antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab, Kepala Badan Pengelola Jakarta Islamic Centre dr Djailani, dan Kepala Kantor Mesjid Agung Al Azhar Amliwazir Saidi. (ant/dpg/nam)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua