NU Sangat Toleran dengan Organisasi Islam Manapun
NU Online · Rabu, 22 Agustus 2007 | 08:11 WIB
Makassar, NU Online
Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sangat toleran dan mau hidup berdampingan dengan golongan umat Islam manapun yang berlainan mahzab atau aliran. NU mengidamkan perdamaian di Indonesia.
Demikian Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar F Mashudi saat berceramah pada acara Halaqoh yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar di Pesantren Al-Imam Ashim, Tidung Mariolo, Makassar, Selasa (21/08).
<>“Kaum Nahdliyin juga harus hidup dengan berprinsip pada kerukunan hidup umat beragama dan tidak sombong dalam pengakuan jati diri sebagai anggota NU dimana pun ia berada. Ini penting agar kita senantiasa menjaga nama baik dari organisasi kita sehingga tidak berbenturan dengan kelompok-kelompok lain yang berada diluar dari NU. Ciri kaum nahdliyin adalah tidak memaksa kehendaknya kepada kaum Islam lainnya yang berbeda aliran,” Kiai Masdar.
Untuk memperkuat organisasi NU, lanjutnya, PCNU Kota Makassar harus membangun jaringan berbasis masjid. Setiap masjid yang ada harus ada pengurusnya yang berasal dari kaum nahdliyin, baik itu masjid milik NU maupun masjid umum dimana bukan hanya kaum nahdliyin sebagai jamaah masjid tersebut.
Acara halaqoh yang dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan KH M Zein Irwanto, para kyai NU Makassar serta ratusan jamaah yang terdiri dari Ketua dan pengurus MWC dari 14 Kecamatan serta kaum nahdliyin ini sangat memberikan manfaat terutama pada bagaimana Nahdliyin di Sulawesi Selatan umumnya dan Makassar pada khususnya dapat memahami dengan jelas apa sebenarnya Nahdlatul Ulama itu.
“Kesan yang selama ini kurang membumi terhadap ruh organisasi Nahdlatul Ulama masih belum bisa dimaknai secara bulat dan utuh oleh kaum Nahdliyin di Makassar oleh karena berbagai alasan-alasan prinsipil yang belum bisa diterapkan sama seperti di Pulau Jawa. Olehnya dengan pertemuan ini mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan secara mendalam tentang Nahdlatul Ulama,” ujar H Abdul Kadir selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Makassar.
Disadari atau tidak bahwa kaum nahdliyin di Makassar jumlahnya sangat banyak namun belum menyadari apakah dirinya adalah NU ataukah bukan. “Inilah tantangan terberat yang dihadapi oleh PCNU Kota Makassar dalam menyadarkan ummat Islam yang berada di Makassar, tandas Ketua Balitbang Agama Kota Makassar ini.(saz)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua