Sebanyak 15 persen sopir bus angkutan jamaah haji Indonesia adalah warga negara Indonesia. Mereka direkrut dari para pekerja yang asal Indonesia yang ada di Arab Saudi.
Bus angkutan jamaah yang akan beroperasi mulai hari Jumat (14/11) tersebut akan melayani keberangkatan jamaah haji Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram secara taraddudi (pulang pergi). Terminal bus telah disiapkan di 11 pos dan 55 halte di seluruh wilayah pemondokan haji yang terbagi atas 15 sektor di daerah kerja Mekkah.<>
Menurut Wakil Ketua Daerah Kerja Mekkah Yasin Santu, meskipun sopir bus angkutan jamaah haji Indonesia hanya 15 persen warga Indonesia, jamaah tidak perlu khawatir soal komunikasi antara sopir dan jamaah. Sebab, akan diikutkan pemandu di dalam bus dari dan ke Masjidil Haram. "Pada hari-hari berikutnya nanti, mereka (sopir) sudah bisa menguasai medan," katanya.
Sementara itu, Kepala Sektor satu daerah kerja (daker) Mekah, Haryanto, menyampaikan kesiapannya untuk menerima jamah haji kloter pertama yang sudah meninggalkan Madinah. Semua pemondokan jamaah haji sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk kesiapan armada angkutan.
"Jadi kami harap jamaah tidak perlu khawatir soal pemondokan. Soal makanan, jamaah bisa mendapatkan makanan di toko-toko penjual makanan yang banyak terletak di sekitar pondokan. Soal air juga Insya Allah lancar-lancar dan jika ada kekurangan, kami akan berupaya segera mengatasinya," tutur Haryanto. (min)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
4
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
Terkini
Lihat Semua