Menanggapi adanya seruan golput, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, warga Nahdliyyin wajib memilih dalam pemilu. Menurutnya, warga NU tidak semestinya golput karena pemilu adalah proses untuk menegakkan kekuasaan negara, karenanya warga Nahdliyyin harus ikut berperan.
Demikian disampaikan Kyai Hasyim -sapaan akrabnya, di Jakarta, Selasa (9/12). Dalam pernytaannya ini ia mengatakan, "Pemilu adalah satu proses untuk menegakkan kekuasaan negara. Nah dalam konteks ini menjadi wajib hukumnya bagi warga negara untuk terlibat di dalamnya."<>
Dalam pendapat Kyai Hasyim, persoalan hukum terkait penggunaan hak pilih, telah oleh NU melalui Forum Musyawarah Nasional Alim Ulama di Lombok menjelang pelaksanaan Pemilu 1997.
"Jadi sudah final, bahwa setiap warga negara mesti menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pilihan pemimpinnya," tegasnya.
Kyai Hasyim juga menambahkan, jika sekarang ada yang menggelar bahtsul masail tentang penentuan hak pilih, maka sebenarnya tidak cukup valid.
"Jika ada yang bahas lagi soal itu, mungkin mereka tidak tahu," katanya sambil tersenyum.
Namun demikian, PBNU tidak bisa melarang warganya jika ada yang memilih golput. Ia hanya menyarankan agar ke depan Pemilu betul-betul bisa berlangsung demokratis, jujur, dan adil.
"Kualitas Pemilu juga menjadi salah satu penyebab orang memilih golput.jika Pemilu betul-betul demokratis, jujur, dan adil, saya yakin jumlah golput akan kecil," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua