Jika keberadaan NU bisa terus langgeng, para pemimpin yang akan dipilih harus kader yang sudah teruji perjuangannya bagi NU, bukan orang luar yang tak faham NU yang akhirnya malah merongrong NU.
Demikian pendapat KH Said Aqil Siradj tentang kriteria penting yang harus dimiliki oleh para pimpinan NU dalam perbincangan dengan NU Online baru-baru ini.<>
“Sudah banyak terbukti di ormas Islam lain yang dipimpin oleh orang yang bukan kader internal akhirnya menjadi kerdil dan tak berdaya,” katanya.
PBNU juga pernah mengalami intervensi dari pemerintah Orde Baru saat Muktamar NU ke-29 di Cipasung Jawa Barat tahun 1994. Saat itu, Gus Dur yang merupakan tokoh oposisi Orde Baru berusaha disingkirkan dan diganti dengan pemimpin yang bisa dikendalikan oleh pemerintah. Namun upaya tersebut gagal.
“Sebuah organisasi yang dikooptasi oleh fihak lain juga tidak akan bisa menjadi besar dan disegani,” terangnya.
Dengan kepemimpinan Gus Dur selama tiga periode, NU menjadi ormas Islam terbesar di dunia yang disegani dan menghasilkan kader-kader militan NU serta menyemai pengembangan masyarakat sipil di Indonesia yang membantu terjadinya perubahan di Indonesia.
Pasca Gus Dur, PBNU dipimpin oleh KH Hasyim Muzadi yang melanjutkan perjuangannya mengembangkan NU, terutama dalam penataan manajemen dan pengembangan NU di luar Jawa.
“Tiap pemimpin memiliki masanya sendiri-sendiri dan Gus Dur maupun Pak Hasyim paling pas di jamannya,” tandasnya.
Lalu, siapa nantinya yang akan memimpin NU di masa mendatang ditengah-tengah situasi internal dan eksternal yang terus berubah? Hal tersebut bisa dilihat pada Muktamar NU ke-32 mendatang. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
6
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
Terkini
Lihat Semua