Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sama-sama mengincar posisi calon wakil presiden untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, untuk menjadi pendamping calon presoden paling populer itu, PKB dan PKS yang akan berkoalisi dengan Partai Demokrat harus menunjukkan kekuatan dukungan hasil Pemilu Legislatif.<>
“Yang jadi cawapres bisa kita, bisa juga PKS. Karena PKS juga berminat,” kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, saat ditemui di kediaman dinasnya sebelum melakukan kampanye terbuka, di Jakarta, Rabu (1/4).
Muhaimin mengatakan, siapa yang nanti mendapat dukungan besar, tentu yang bisa mendampingi SBY. Dia juga yakin suara PKB akan lebih besar seusai pemilu nanti. “Dukungan kita nanti pasti besar, massa kita yang loyal kan banyak yang tidak terjangkau survei,” ujarnya.
Menurutnya, pilihan koalisi dengan Partai Demokrat adalah pilihan yang paling realistis. Sebab, hanya SBY capres yang jelas maju dan senada dengan PKB. “Yang lain, siapa yang jelas, Pak JK (Jusuf Kalla) juga belum jelas benar maju atau tidak,” katanya. (rif)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua