Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS-Israel dan Ungkap Rekam Jejak Agresi
NU Online · Ahad, 1 Maret 2026 | 21:00 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan lokasi sipil dan mengakibatkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran.
"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," tulis pernyataan dalam Siaran Pers Nomor 2 Kedubes Republik Islam Iran di Jakarta, dikutip NU Online pada Ahad (1/3/2026).
Pihak Kedubes Iran menegaskan bahwa tindakan agresi dilakukan di tengah bulan suci Ramadan merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasional.
Dalam pernyataan tersebut, Kedubes Iran juga memaparkan dampak kemanusiaan yang fatal. Rudal Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghancurkan sekolah-sekolah dan pemukiman warga.
"Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," lanjut pernyataan tersebut.
Kedubes Iran lantas memaparkan daftar panjang rekam jejak agresi dan intervensi Amerika Serikat terhadap Iran selama tujuh dekade terakhir untuk menunjukkan pola yang konsisten.
Berikut daftar agresi AS ke Iran:
Kudeta 19 Agustus 1953: Menggulingkan pemerintahan demokratis Dr Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu.
Sabotase Pasca-Revolusi 1979: Memberlakukan sanksi politik dan ekonomi untuk menggagalkan Revolusi Islam Iran.
Dukungan Perang Irak (1980-1988): Memberikan dukungan menyeluruh kepada rezim Saddam Hussein dalam perang melawan Iran yang mengakibatkan lebih dari 155.000 orang gugur secara langsung dan 16.000 lainnya tewas akibat serangan rudal serta udara di kota-kota.
Penembakan Pesawat Sipil (1988): Penghancuran pesawat penumpang Airbus milik Iran di atas Teluk Persia oleh kapal perang USS Vincennes yang menewaskan seluruh 291 penumpang, termasuk 66 anak-anak.
Dukungan Terorisme: Mendukung organisasi teroris seperti MKO dan terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran sejak awal dekade 1990-an.
Sanksi Ekonomi Sepihak: Meningkatkan sanksi ekonomi sejak tahun 2010 yang menimbulkan kesulitan ekonomi bagi rakyat Iran.
Pembunuhan Komandan Militer: Pembunuhan salah satu komandan senior militer Iran atas perintah langsung Presiden Trump di Baghdad pada Januari 2020.
Agresi Terbaru (2024-2026)
1. Mendukung serangan rezim Zionis terhadap Konsulat Iran di Damaskus (April 2024).
2. Mendukung serangan terhadap pusat militer dan pertahanan Iran (26 Oktober 2024).
3. Mendukung serangan ke Iran yang menewaskan komandan militer senior (13 Juni 2025).
4. Melakukan serangan langsung terhadap fasilitas nuklir damai Iran (22 Juni 2025).
5. Membajak protes damai menjadi kerusuhan penuh kekerasan pada Januari 2026 yang menyebabkan 2.427 orang gugur dari total 3.117 korban jiwa.
6. Serangan Februari 2026: Melancarkan agresi terhadap lokasi sipil termasuk sekolah dasar di Minab yang menewaskan hampir 200 anak perempuan, serta mengakibatkan syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Apresiasi atas dukungan Rakyat Indonesia
Tak lupa, Kedubes Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten dari Pemerintah dan rakyat Indonesia. Mereka secara khusus menyambut baik kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," pungkas pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk keras serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Minab, Provinsi Hormozgan di Selatan Iran.
“Tindakan biadab ini menambah lembaran hitam lain pada catatan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan oleh para penyerang, sebuah kenangan yang tidak akan pernah terhapus dari sejarah bangsa kita,” kata presiden dalam sebuah pesan, sebagaimana dilaporkan oleh Media Iran Tasnim News, dikutip pada Ahad (1/3/2026).
Serangan Israel tersebut menargetkan Sekolah Dasar Putri Shajareh-Tayyebeh. Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi setidaknya 108 siswa dan 92 lainnya terluka, kata pihak berwenang setempat.
Pada Ahad (1/3/2026), Tasnim News kembali merilis berita bahwa korban tewas meningkat. Jaksa Penuntut Umum Minab mengungkapkan bahwa sebagian besar korban merupakan para pelajar perempuan di Iran selatan.
"Sejauh ini, dalam serangan brutal, 148 orang telah gugur dan lebih dari 95 orang terluka, sebagian besar adalah pelajar, dan di antara para korban gugur juga terdapat staf pengajar dan orang tua siswa," ujarnya.
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua