Jakarta, NU online
Pimpinan Pusat Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiah (RMI), salah satu lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) telah menerbitkan media khusus bernama Jurnal Rabithah. Pada edisi perdana kali ini Jurnal Rabithah mengangkat topik, “Awan Cerah Ekonomi Syariah di Pesantren.”
Menurut Pimpinan Redaksi Jurnal Rabithah, Sulthan Fatoni, tema ini sengaja diangkat untuk merespons masukan Ketua PP RMI, KH. Mahmud Ali Zain, yang akan memulai program pengembangan potensi ekonomi pondok pesantren. “Pada edisi pertama ini kami memilih tema kajian yang kontekstual dengan program PP RMI, yaitu pengembangan potensi ekonomi pesantren,” katanya d<>i Jakarta, Rabu (21/3).
Jurnal Rabithah akan mengembangkan diri sebagai sarana eksplorasi intelektualitas santri pondok pesantren. “Program capaian kami ke depan adalah menciptakan sarana komunikasi antar pesantren, pengurus dan warga nahdliyin dengan PP RMI. Yang tidak kalah pentingnya adalah upaya eksplorasi intelektualitas santri. Jadi para santri dapat memanfaatkan Jurnal ini untuk menyosialisasikan gagasannya,” kata Sulthan.
Sulthan menambahkan, pada edisi berikutnya, Jurnal Rabithah akan mengangkat tema pendidikan di lingkungan pesantren. Dikatakan, sekarang ini pendidikan di pesantren semakin berwarna, tidak melulu kitab kuning.
Pemimpin Perusahaan Jurnal Rabithah, H. Abdullah Masud mengatakan, jurnal Rabithah diterbitkan dengan segmen pasar para santri pondok pesantren dan kalangan akademisi.
“Melihat bobot tulisan, saya yakin Jurnal ini marketable, meski tidak seperti kacang goreng.” Namun menurut Masud, belajar dari edisi pertama, masih harus ada beberapa perbaikan. “Secara keseluruhan Jurnal Rabithah sudah layak edar,” katanya optimis.
Jurnal Rabithah akan diedarkan ke semua PP RMI dan beberapa pondok pesantren. Jurnal akan dibagikan gratis ke Pimpinan Wilayah RMI dan beberapa pondok pesantren. Khusus untuk edisi pertama juga akan dibagikan gratis kepada santri peserta pelatihan lembaga keuangan mikro yang mulai akan diadakan pada bulan April mendatang. (rmi/nam)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua