Yayasan Jami’atul Ikhwan adakan Pesantren Kilat
NU Online · Selasa, 16 September 2008 | 12:44 WIB
Yayasan Jami’atul Ikwan (YJI) yang dikelola oleh anak-anak muda NU mengadakan Pesantren kilat untuk anak-anak usia SD-SMP. Acara Pesantren Kilat ini berlangsung selama satu minggu (8-14/9) di gedung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) YJI di Jl Kramat Sawah Paseban, Jakarta Pusat.
Acara ini diikuti oleh 126 siswa-siswi yang berasal dari kelurahan-kelurahan di kecamatan Senen. Mereka adalah siswa-siwi beberapa SD dan SMP di Jakarta Pusat. Kegiatan Pesantren Kilat ini diisi dengan penyampaian materi-materi keagamaan yang diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia pendidikan.<>
Materi Pesantren Ramadhan ini antara lain pengakraban nilai-nilai Islam dalam kehidupan keseharian siswa-siswi, pendidikan sikap beragama di lingkungan masyarakat majemuk, dan membaca al-Qur’an.
Menurut, AF Mikaila, sekretaris YJI, Pesantren Kilat ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk kehidupan metropolitan yang senakin hari terasa semakin jauh dari nilai-nilai keagamaan.
”Kita harus berusaha sedini dan seintensif mungkin mengakrabkan nilai-nilai agama kepada generasi muda untuk membentengi dari pengaruh-pengaruh buruk pergaulan mereka ketika menginjak remaja,” katanya.
Sementara itu ketua Pembina YJI, Dr. Andi Bachtiar yang juga berlaku sebagai donatur kegiatan mengungkapkan, Ramadhan merupakan momentum yang paling tepat bagi pendidikan keagamaan yang paling intensif kepada generasi muda.
Menurut Andi, ”Kita harus senantiasa memperhatikan perkembangan pergaulan generasi muda metropolitan, karena jika kurang perhatian, pengaruh media dengan mudah dapat merusak perilaku mereka,” tuturnya.
Lebih jauh, ketua Panitia Penyelenggara Pesantren kilat, Subkhan AM yang juga ketua umum Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU) mengatakan, generasi muda NU sudah semestinya peduli terhadap perkembangan keberagamaan di kota-kota besar seperti Jakarta yang cukup mengkhawatirkan.
”Sebagai generasi Muda NU kita harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan generasi muda di kawasan metropolitan, agar mereka tidak kehilangan jatidiri keislaman ala ahlussunnah wal jamaah,” tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua