KH. Fachrudin Masturo: Perlu diagendakan Penyempurnaan Tatib Dalam Muktamar 2004
Rapat Syuriyah PBNU di Rembang (16/5) telah menghasilkan sembilan butir kesepakatan. Dampak sosial politik yang mungkin timbul karena persaingan antar Capres dan Cawapres juga menjadi agenda pembicaraan. Pengurus Syuriyah pun sepakat, agar pengurus NU di mana pun tidak membuat pernyataan yang mengesankan pemihakan. Tujuannya sudah jelas, untuk menghindarkan kebingungan dan keresahan di kalangan warga NU.
Untuk hal itu, Rapat Rembang juga mengajak para kiai di lingkungan NU untuk senantiasa kompak membantu NU dalam menjaga Khittahnya. Para kiai NU juga diajak untuk memberikan arahan kepada warga dalam menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang, termasuk ikut menjelaskan sikap dan qaraar Syuriah PBNU dengan kearifan yang mereka miliki. Namun harus diakui, fenomena pencalonan presiden dan wakil presiden yang melibatkan sejumlah besar kader NU, khususnya yang struktural mengajak kita untuk mengetahui manfaatnya dan kesiapan NU secara institusi. Untuk itu, usai Rapat Rembang (16/5), Reporter NU Online, Abdullah mewawancarai secara khusus Wakil Rais Am PBNU, KH. Fachrudin Masturo, yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Masturiyah, Sukabumi, berikut petikan wawancaranya:
Selasa, 18 Mei 2004 | 07:28 WIB