Banjir Susulan Terjang Agam, Padang, dan Padang Pariaman; Jembatan Roboh, Rumah Warga Kembali Terendam
NU Online · Sabtu, 3 Januari 2026 | 23:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Sumatra Barat (Sumbar) kembali memicu banjir susulan di Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kabupaten Padang Pariaman. Bencana yang terjadi berulang ini menyebabkan jembatan roboh, akses jalan terputus, serta rumah warga kembali terendam lumpur dan air banjir.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat, Basrial Aidil mengatakan curah hujan dalam beberapa hari terakhir memperparah situasi daerah yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.
"Curah hujan akhir-akhir ini masih cukup tinggi dan ini menyebabkan banjir susulan di beberapa titik. Di Agam, salah satu jembatan yang menjadi akses warga kembali roboh, sehingga mobilitas warga terganggu,” ujar Basrial kepada NU Online, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengatakan bahwa kondisi serupa juga terjadi di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Aliran air yang kembali meluap masuk ke permukiman warga dengan arus deras, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak bahkan hanyut.
"Di Padang dan Padang Pariaman, masih ditemukan rumah warga yang terendam. Bahkan di Padang tepatnya Kelurahan Batu Busuk ada rumah warga yang kembali hanyut. Banyak rumah warga yang sebelumnya sudah dibersihkan, kini kembali dipenuhi lumpur akibat banjir susulan,” katanya.
Basrial menilai banjir susulan ini tidak lepas dari kerusakan lingkungan di sekitar kawasan terdampak. Ia menyebut, rusaknya pohon-pohon yang berfungsi sebagai daerah resapan air membuat aliran air dari perbukitan langsung mengarah ke permukiman warga saat hujan deras terjadi.
“Kalau hujan, air dari perbukitan di daerah tersebut langsung turun ke warga karena pohon-pohonnya sudah ditebangi,” ucapnya.
Dampak banjir susulan juga dirasakan langsung oleh warga Kota Padang. Sekretaris LPBI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang, Pearly Nurhasnah mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga sempat terjebak di dalam rumah selama tiga hari akibat banjir susulan.
“Air cukup tinggi sampai seleher orang dewasa, saya dan keluarga terisolasi di rumah, hujan deras terjadi sejak 30 Desember 2025, hari ini baru mulai surut airnya dan ada lumpurnya walau tidak setebal banjir kemarin,” ujarnya.
Pearly menambahkan, hingga kini aliran sejumlah sungai masih terlihat deras. Kondisi tersebut membuat warga terdampak diliputi kecemasan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. “Mereka cemas dan trauma jika hujan deras terjadi,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Januari 2026.
“Kalau kata BMKG, sampai tanggal 5 Januari perkiraan gelombang pasang tinggi, curah hujan dan angin kencang masih berjalan,” jelasnya.
=========
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU di filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua