Buktikan Cinta Kita kepada Nabi, Bukan Omong Belaka
NU Online · Jumat, 2 Januari 2015 | 15:03 WIB
Jepara, NU Online
Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyebutkan, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar omong belaka, namun harus disertai bukti nyata. Bukti nyata ini bisa dilakukan dengan mengikutinya tindak laku Kanjeng Nabi.
<>
Uraian itu disampaikannya saat bertaushiyah pada peringatan Maulid Nabi dan Harlah ke-131 Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, desa Gemiring Lor, kecamatan Nalumsari, kabupaten Jepara, Kamis (1/1) pagi.
Misal bukti nyata, kiai kharismatik asal Kudus ini menyebut seorang Badui suatu ketika menyampaikan pertanyaan saat kanjeng Nabi khutbah. Badui ini bertanya kepada Nabi perihal datangnya kiamat.
“Kapan datangnya kiamat, Nabi?” pertanyaan itu dilontarkan 3 kali.
Lalu, Nabi Muhammad balik bertanya terkait persiapannya menghadapi kiamat. Badui mengaku tidak punya persiapan apa-apa kecuali cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dari jawaban itu, Nabi mengungkapkan, kelak ia bersama dengan orang yang dicintainya.
Ia menambahkan berbuat positif apapun bentuknya hendaknya dilakukan dengan niat mahabbah (cinta) Nabi. Akan berangkat mencari maisah (pangupajiwa), imbuhnya, harus diawali dengan bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adhim.
“Bersedekah, menyantuni anak yatim dan membaca Alqur’an juga harus
diniati mahabbah kepada Nabi,” terangnya.
Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini bersamaan dengan pembagian raport santri Balekambang. Kegiatan dimeriahkan penampilan Balasyik Jalsah dari Jember, Jawa Timur. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua