Jelang Pilkada, PCNU Sidoarjo Ingatkan Pengurus Hindari Politik Praktis
NU Online · Selasa, 30 Juni 2015 | 05:01 WIB
Sidoarjo, NU Online
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Abdi Manaf meminta kepada semua pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, badan otonom dan lembaga di bawah naungan NU supaya tidak terpengaruh oleh wacana politik yang sedang ramai dibicarakan dari berbagai media massa khususnya di Sidoarjo jelang Pilkada.
<>
Melalui peringatan Nuzulul Qur'an 1436 H serta menyongsong Muktamar ke-33 NU di Jombang Agustus mendatang, pria yang akrab dipanggil Gus Manaf ini menegaskan, dengan berpegang teguh kepada ajaran KH Hasyim Asy'ari, semua MWCNU, badan otonom maupun lembaga NU supaya tidak masuk ke ranah politik praktis.
"Kami intruksikan kepada semua pengurus dan pimpinan MWCNU, banom NU dan lembaganya supaya tidak masuk ke area politik," tegas Gus Manaf memberikan iimbauan di sela-sela acara Nuzulul Qur'an 1436 H di gedung Rahmatul Ummah Sidoarjo, Senin (29/6) malam.
Melalui malam Nuzulul Qur'an, pihaknya mengaku mau tabarukan (mencari berkah), serta memberikan sumbangsih pada Muktamar di Jombang mendatang. "Melalui acara ini betul-betul ada hudallinnas (al-Qur'an sebagai petunjuk manusia). Mana NU mana bukan, mana MWC mana PAC. Mana Rais Syuriah dan mana Dewan Syura," ungkapnya.
Gus Manaf juga menceritakan kasus terjadinya perpecahan antarpengurus PCNU di Lamongan. "Semoga kasus di Lamongan bisa menjadi cermin bagi PC-PC NU di Jawa Timur. Terjadinya perpecahan pengurus di Lamongan itu dipicu adanya PCNU-nya kemasukkan politik," ceritanya. (Moh Kholidun/Mahbib)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua