JQHNU Jawa Barat Harap ‘Satu Desa Satu Hafidz’ Jadi Program Nasional
NU Online · Ahad, 30 Agustus 2020 | 05:30 WIB
Muhammad Aiz Luthfi
Kontributor
Purwakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Jam'iyatul Qurra wal-Hufazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Barat mengapresiasi kebijakan Pemprov Jabar yang telah meluncurkan program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha), karena program ini dinilai sesuai dengan kebijakan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dan khulafaur Rasyidin.
"Kita patut bersyukur karena Jawa Barat dianugerahi pemimpin yang inovatif dan luar biasa karena belum ada dalam sejarah pemimpin di Indonesia yang berani mengirimkan delegasi ahlul Qur`an tidak hanya ke kota tetapi sampai ke pelosok desa,"ungkapnya.
Demikian disampaikan Koordinator program Sadesha, KH Lukman Hakim dalam kegiatan Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) Angkatan ke-9. Program kerjasama antara Pemprov dan PW JQH Jawa Barat ini berlangsung di Plaza Hotel Purwakarta, Sabtu (29/8).
Dikatakan, kebijakan Pemprov Jawa Barat ini pernah dilakukan oleh Baginda Rasullah yang telah mengirim utusan dari para sahabatnya yang ahli Al-Qur`an untuk mengajarkan Al-Qur`an kepada masyarakat Madinah yaitu sahabat Mush`ab bin Umair dan Ubadah bin Shamit.
"Khalifah Umar bin Khattab juga mengirimkan para sahabat yang ahli Al-Qur`an untuk mengajarkan sumber utama ajaran umat Islam itu kepada masyarakat Syam, saat itu ia mengirim sahabat Abi Darda, Mu`adz bin Jabal, dan Ubadah bin Shamit," ungkapnya di hadapan sejumlah peserta dari Kabupaten Purwakarta, Subang, dan Bekasi.
"Dan di masa Khalifah Utsman bin Affan itu juga sama, melakukan pengiriman delegasi ahli Al-Qur`an ke berbagai kota," tambah hafidz yang mencetus metode menghafal Al-Qur`an ILHAMQU itu.
Khalifah Utsman bin Affan sambungnya, mengutus beberapa ahli Al-Qur`an ke beberapa daerah, seperti sahabat Zaid bin Tsabit dikirim ke Madinah, sahabat Abdullah bin Saib ke Makkah, sahabat Abu Abdurrahman Assulami dikirim ke Kuffah, sahabat Mughirah bin Syihab ke Syam, dan sahabat Umar bin Qaisy ke Bashrah.
Kiai Lukman menegaskan bahwa program Sadesha dinilai sangat baik dalam meningkatkan kualitas sebuah daerah. Oleh karena itu diharapkan program seperti ini bisa naik ke tingkat nasional sehingga bisa diterapkan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.
"Kita bermimpi sekaligus bermunajat semoga yang mendapatkan keberkahan Al-Qur`an itu bukan hanya desa-desa yang ada di Jawa Barat, tapi juga desa-desa yang ada di seluruh Indonesia,"tambah Kiai Lukman yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Barat itu.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ini Wakil Menteri Agama RI, Wakil Gubernur, Ketua PWNU dan Kepala Kantor Kementarian Agama Jawa Barat, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua