Solo, NU Online
Pola pengkaderan gerakan radikal banyak menyasar kepada generasi muda, membuat para kader PMII, sebagai salah satu komponen kader muda Nahdliyin, perlu ikut terlibat dalam mewaspadai dan mencegah perkembangan gerakan tersebut.<>
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ibnu Aqil, pada acara pelantikan pengurus cabang dan komisariat PMII Kota Surakarta di Gedung FKIP UNS, Sabtu (6/6) lalu.
“Khususnya di Kota Solo ini, para kader PMII mesti ikut terlibat dalam upaya mewaspadai gerakan radikalisme,” tegas Aqil.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta Ahmad Rodif mengatakan terkait upaya pencegahan gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa, dapat dilakukan dengan cara mendorong kader PMII agar ikut aktif di masjid kampus.
“Masjid kampus perlu kita masuki. Selama ini, masjid kampus seakan jadi ruang hampa, justru jadi lahan pembibitan radikalisme,” ujarnya.
Dalam orasinya, Rodif juga menegaskan di era sekarang PMII mesti bisa mengambil posisi strategis serta mampu membaca perkembangan zaman.
“Semisal dalam persoalan adanya “bonus demografi” yang dapat menjadi bermanfaat kalau dapat kita kelola dengan baik, atau dapat sebaliknya,” kata dia.
Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Ketua IKA PMII Solo Chamim Irfani dan Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Hafidh. (ajie najmuddin/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua