Keberadaan Pelajar NU di Kampus Miliki Ciri dan Makna Khusus
NU Online · Selasa, 30 Maret 2021 | 01:15 WIB
Pontianak, NU Online
Wakil Rektor I Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Firdaus Ahmad mengatakan bahwa keberadaan organisasi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di kampus seolah memberi ciri khas dari pemaknaan NU.
"Pelajar NU tentu memiliki makna yang kental untuk sebuah pergerakan pemikiran. Arti dari Nahdlatul Ulama merupakan kebangkitan cendekiawan. Kalau sudah menyandang kata cendekia, tentu isi di dalamnya adalah orang-orang yang berpihak pada kepentingan cendekia, berpihak pada kepentingan kebangkitan pengetahuan," katanya pada kegiatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan oleh PKPT IPNU-IPPNU IAIN Pontianak, Senin (29/3).
Firdaus pun berharap kepada para pelajar NU untuk tidak hanya sekedar ingin menjadi orang sukses namun harus menjadi orang yang bernilai. Ia pun mengutip pernyataan ilmuwan Albert Enstein yakni "Strive not to be a success, but rather to be of value". “Sukses tapi tidak bernilai adalah hal yang sia-sia," tegasnya.
Terkait dengan kegiatan tersebut, Siti Nur Azizah Ketua PKPT IPPNU mengatakan bahwa semua ini merupakan buah kekompakan seluruh pengurus. Zizi, sapaan karibnya menyebut bahwa acara yang diselenggarakan tersebut termasuk sangat dadakan. Dengan modal kekompakan, para pengurus mengumpulkan biaya dengan iuran dari setiap pengurus.
"Sebenarnya kami gak kepikiran mau ngadain acara kayak gini. Tapi tau-tau aja jadi, biaya juga ngumpulin uang, patungan dari masing-masing pengurus." Ungkapnya tentang kegiatan yang juga digabung dengan Raker (Rapat Kerja) ini.
PKPT IPNU-IPPNU IAIN Pontianak sendiri merupakan komisariat sayap organisasi pelajar NU yang pertama di Kalimantan Barat. Meski masih terbilang baru, namun semangat dan eksistensi organisasi yang berdiri pada awal tahun 2019 ini tidak mengalahkan organisasi lainnya yang lebih dulu berdiri.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat kampus dan pembina PKPT, dan kader pelajar NU se-Kota Pontianak. Acara diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan mauidzah hasanah oleh Ustadz Miskari.
Kontributor: Ilmi Mawaddati
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua