Kiai As’ad Sudah Jadi Pahlawan Sebelum Gelar itu Didapat
NU Online · Selasa, 15 November 2016 | 15:02 WIB
Jember, NU Online
Napak Tilas perjuangan Kiai As’ad Syamsul Arifin dalam mengusir penjajah kali ketiga ini terasa istimewa di telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keistimewaan itu diakui oleh Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo, Kiai Azaim Ibrahimy.
Dalam sambutannya saat pelepasan “Napak Tilas Nasional 2016, Sejarah Perjuangan Pengusiran Penjajah Jepang di Curah Damar” di halaman Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Jember, Senin (14/11), cucu Kiai As’ad tersebut menegaskan bahwa keistimewaannya dibanding dengan kegiatan serupa sebelumnya adalah bahwa kali ini adalah menapak tilasi perjuangan seorang pahlawan nasional.
Menurut Kiai Azaim, sesungguhnya Kiai As’ad sudah menjadi pahlawan jauh sebelum gelar itu diberikan oleh pemerintah. Paling tidak, Kiai As’ad menjadi pahlawan bagi keluarga, santri, simpatisan bahkan masyarakat yang sudah merasakan jasa perjuangan beliau. “Bagi kami, Kiai As’ad sudah lama menjadi pahlawan,” ucapnya.
Kepahlawanan dan kebesaran Kiai As’ad, tambah Kiai Azaim, juga diakui seorang ulama besar Arab Saudi, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Menurutnya, Sayyid Muhammad pernah ditanya tanggapannya tentang Kiai As’ad, dan beliau menjawab bahwa Kiai As’ad adalah mujahid kabir (pejuang besar). “Jadi sekarang lengkaplah kepahlawanan Kiai As’ad,” tukasnya.
Dikatakan Kiai Azaim, Kiai As’ad dikenal dengan sebutan ksatria kuda putih lantaran yang biasa ditunggangi adalah kuda berwana putih, termasuk saat bergerilya mengusir penjajah di Curah Damar. Kendati demikian, Kiai As’ad adalah sosok yang sopan dan lemah lembut.
“Sebelum berangkat, beliau pamitan kepada para ulama di sekitar pesantren ini. Di perjalanan, beliau turun dari kuda, dan berjalan kaki sejauh 1 kilometer. Itu karena beliau menghormati makam seorang ulama di situ,” tuturnya. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua