LF PWNU Aceh Gelar Rukyatul Hilal Ramadhan di Tiga Titik Strategis
NU Online · Selasa, 17 Februari 2026 | 17:45 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Lhokseumawe, NU Online
Lembaga Falakiyah PWNU Aceh kembali melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Sya'ban 1447 H, di tiga lokasi strategis di Aceh.
Ketua LF PWNU Aceh, Tgk. Ismail menjelaskan, rukyah hilal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan Hijriah sebagai bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama dalam memastikan penentuan awal bulan dilakukan secara syar’i dan ilmiah.
“Rukyah hilal bukan hanya tradisi, tetapi juga bagian dari ibadah. Setiap tanggal 29 bulan Hijriah kita tetap melaksanakannya, termasuk untuk penentuan awal Ramadhan,” ujarnya, Senin (15/2/2026).
Lokasi pertama pelaksanaan rukyah berada di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Banda Aceh. Di titik ini, tim LF PWNU Aceh berkolaborasi dengan tim falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh.
Tim yang terlibat antara lain Tgk. H. Al-Firdaus Putra selaku Sekretaris LF PWNU Aceh, Tgk. Muhammad Iqbal, Tgk. Aznur Johan, dan Tgk. Ardiansyah.
Lokasi kedua berada di Gedung Rukyah Hilal Aceh Barat. Di tempat tersebut, LF PWNU Aceh bekerja sama dengan tim falakiyah Kemenag Aceh Barat. Tim yang hadir antara lain Tgk. H. Kamil Syarifuddin selaku Wakil Ketua LF PWNU Aceh dan Tgk. Abdul Azis Al Jabbar.
Adapun lokasi ketiga dipusatkan di POB Kota Lhokseumawe dengan menggandeng tim falakiyah Kemenag Aceh Utara dan Kemenag Kota Lhokseumawe. Tim di lokasi ini dipimpin langsung oleh Tgk. Ismail bersama Tgk. H. Ikhsan Kamilan Latif, Tgk. Machzumy, Tgk. Muazir, dan Tgk. H. M. Romli.
Menurut Tgk. Ismail, pemilihan tiga lokasi tersebut didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia serta kelengkapan peralatan, termasuk teleskop modern untuk mendukung akurasi pengamatan.
Meski secara hisab posisi hilal diprediksi masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026, rukyah tetap dilaksanakan.
“Pertama, rukyah pada tanggal 29 adalah ibadah. Kedua, pada hari yang sama Kementerian Agama akan melaksanakan sidang isbat penetapan awal Ramadhan. Ketiga, data hasil rukyah sangat dibutuhkan untuk ikhbar yang akan dikeluarkan oleh PBNU,” jelasnya.
Ia menegaskan, LF PWNU Aceh berkomitmen mendukung keputusan resmi pemerintah dan PBNU dalam penetapan awal Ramadhan. Data dari tiga titik pengamatan tersebut akan disampaikan sebagai laporan resmi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah itu berharap pelaksanaan rukyatul hilal dapat memastikan penentuan awal Ramadhan 1447 H berlangsung akurat, transparan, serta sesuai prinsip syariat dan kaidah astronomi, sekaligus menjaga kesatuan umat.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
6
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Terkini
Lihat Semua