LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks
NU Online · Senin, 20 Mei 2013 | 05:50 WIB
Kraksaan, NU Online
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan mengadakan seminar kesehatan tentang Bahayanya Kanker Serviks dan HIV/AIDS pada hari Ahad (19/5) di Aula Kantor PCNU Kota Kraksaan.
<>
Acara ini dalam rangka menyemarakkan Harlah ke-90 NU yang dihadiri lebih dari 300 peserta.
dr Taufiqi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kaum Hawa dan masyarakat umum harus sejak dini memahami dua penyakit yang berbahaya ini, yaitu kanker serviks dan HIV/AIDS mengingat penyakit berbahaya ini telah banyak memakan korban dari kaum Hawa.
Walaupun permasalahan ini sedikit tabu untuk dibicarakan dalam skala besar, seperti seminar kali ini, mau tidak mau harus disampaikan, mengingat informasi ini tidak terlalu mendapat perhatian di masyarakat.
“Hal ini dijadikan sebagai langkah preventif dalam mengatasi problematika wanita. Kalau para wanita tidak memperdulikan kesehatan kewanitaannya, maka dia berarti tidak sehat,” ungkapnya.
Kemudian, dr Hj Yessy R, SpOG sebagai penyaji menyampaikan tentang bahayanya kanker serviks, sehingga para siswi, Muslimat dan Fatayat serta para suami yang hadir di sini, bisa mendeteksi awal dan mencegah perkembangannya. Karena hal tersebut akan berdampak pada usia reproduktif wanita, gangguan kualitas hidup seperti gangguan psikis, fisik dan kesehatan sosial, dampak sosial dan ekonomi serta pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana hidup keluarga.
“Upaya pencegahan harus segera dilakukan, dengan cara melakukan skrining/deteksi dini (pap smear) atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Dengan ini, kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan. Makanya para wanita tidak usah khawatir dan malu untuk mengkonsultasikan hal ini kepada para ahlinya,” ungkap dokter spesialis kandungan ini.
Hadir dalam kegiatan ini para siswi, santri, Muslimat dan Fatayat yang antusias dalam mendengarkan materi dari para dokter penyaji.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hasan Baharun
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua