Nawaning Nusantara Jakarta Gelar Tarbiyah Jinsiyah di Pesantren Asshiddiqiyyah 07 Cijeruk Bogor
NU Online · Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:00 WIB
Bogor, NU Online
Nawaning Nusantara DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan Tarbiyah Jinsiyah sebagai bagian dari komitmen edukasi pencegahan kekerasan dan pelecehan di lingkungan pesantren. Kegiatan ketiga ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah 07 Cijeruk Bogor, Jawa Barat pada Jumat (13/2/2026), diikuti oleh kurang lebih 50 santri putri tingkat SMP dan SMA dengan penuh semangat serta antusiasme tinggi.
Program Tarbiyah Jinsiyah merupakan agenda dari Nawaning Nusantara Pusat yang secara konsisten dijalankan di berbagai pesantren sebagai upaya membangun kesadaran dan perlindungan diri bagi santri.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pendidikan reproduksi berbasis nilai-nilai keislaman. Kegiatan juga sekaligus untuk membekali santri dengan pengetahuan tentang batasan aurat, hak atas tubuhnya, serta langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi tindakan kekerasan atau pelecehan.
Koordinator Nawaning Nusantara DKI Jakarta, Ning Eka Fitri Rohmawati, menyampaikan bahwa Tarbiyah Jinsiyah merupakan bentuk ikhtiar preventif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan bermartabat.
"Program ini adalah agenda dari Nawaning Nusantara Pusat yang kami jalankan sebagai langkah nyata mencegah kekerasan dan pelecehan di kalangan santri. Saat ini fokus pada santri putri usia SMP dan SMA, namun ke depan insyaAllah akan kami gagas untuk seluruh santri, baik putra maupun putri, di semua jenjang pendidikan," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Tarbiyah Jinsiyah tidak hanya berbicara tentang aspek biologis, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, adab pergaulan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kehormatan diri sesuai tuntunan syariat Islam.
Sementara itu, Khodimul Ma’had Asshiddiqiyyah Cijeruk, Ning Fitriana Maulida menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, materi Tarbiyah Jinsiyah sangat relevan dan penting karena menjadi bagian integral dari pendidikan akhlak di pesantren.
“Kami melihat materi ini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak santri. Pendidikan tentang menjaga diri, memahami batasan, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi tidak aman adalah bekal penting bagi santri,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan Tarbiyah Jinsiyah telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Assa’adah Depok pada tanggal 2 Januari 2026 dengan narasumber Ning Nur Asiyah Solihah. Kegiatan kedua digelar di Pondok Pesantren Darut Ta’lim Jakarta Timur pada tanggal 11 Februari 2026 dengan fasilitator Ning Maryam Qurrotu Aini.
Dengan terlaksananya kegiatan ketiga ini, Nawaning Nusantara DKI Jakarta berharap semakin banyak pesantren yang membuka ruang edukasi Tarbiyah Jinsiyah sebagai bagian dari sistem perlindungan dan pembinaan santri. Program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kesadaran kuat dalam menjaga kehormatan dan keselamatan diri.
Terpopuler
1
LF PBNU: Hanya Amerika Utara Berpotensi Mulai Puasa 18 Februari 2026
2
Kemenag dan BMKG Siapkan 133 Titik Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1447 H
3
Perhitungan Hisab Kemenag, Hilal Ramadhan 1447 H di Bawah Ufuk
4
Meski Hilal di Bawah Ufuk, LF PBNU Imbau Perukyah NU Laksanakan Rukyatul Hilal Besok
5
Doa Rasulullah saw Mengawali Bulan Ramadhan
6
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Terkini
Lihat Semua